Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

Vaksin Dipasarkan, Return Reksa Dana Saham Tahun Depan Bisa Capai 10%

Minggu, 11 Oktober 2020 | 16:01 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan akan melemah, seiring perhatian investor yang tertuju pada kampanye pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS). Investor disarankan untuk mengkoleksi beberapa saham blue chip untuk investasi pada pekan ini.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pada pekan ini, IHSG akan bergerak melemah di level support 4.881-5.001 dan level resistance 5.099-5.187.

"Pasar sedang mencerna dengan seksama perkembangan politik yang ada di AS," kata dia kepada Investor Daily, Minggu (11/10).

Pemilihan presiden AS memang cukup menyita perhatian investor. Menurut Hans, menurut sejumlah jajak pendapat dan hasil debat yang dilakukan, kemungkinan Joe Biden untuk menang cukup besar. Apabila hal tersebut terjadi, maka peluang adanya stimulus fiskal menjadi lebih besar sehingga mempercepat pemulihan ekonomi di AS.

"Kemenangan Biden akan membuat kebijakan ekonomi AS lebih pasti dan berbeda dengan Donald Trump yang labil dan bisa berubah tergantung mood sehingga membuat nilai tukar dolar AS bisa melemah dalam jangka panjang," kata dia.

Namun demikian, peluang yang lebih besar untuk Biden ini membuat Trump kembali menekan Tiongkok untuk mendapatkan dukungan pemilih. Manuver yang dilakukan Trump ini bisa meningkatkan risiko perang dagang dan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, Hans menyoroti efek yang ditimbulkan setelah demonstrasi menentang Undang-Undang Cipta Kerja. Menurut Hans, demonstrasi tersebut bisa menimbulkan klaster baru penyebaran Covie-19. Hal ini tentunya akan menambah jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air.

Lebih lanjut, Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menilai IHSG akan berada di level 5.000-5.250 pada pekan ini. Dia mengungkapkan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah laporan keuangan kuartal III-2020 emiten blue chip dan keadaan masyarakat pasca demonstrasi pekan lalu.

Dalam situasi tersebut, Kiswoyo menyarankan investor untuk berinvestasi di saham blue chip. Dia merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga Rp 3.250, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 29.000, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di level Rp 6.000 dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) di level Rp 2.850.

Kemudian, Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami mengatakan, IHSG pekan ini akan berada di level 5.005-5.100. Zamzami menilai, investor akan memperhatikan data neraca dagang dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada pekan ini.

Selain itu, pertumbuhan kasus Covid-19 juga masih menjadi perhatian investor. "Angka pertumbuhan Covid-19 yang terus meningkat memasuki kuartal IV-2020 ini menjadi momok bagi percepatan pemulihan ekonomi," terang dia.

Untuk rekomendasi saham, Zamzami menyarankan investasi di PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target harga Rp 7.500, PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) dengan target harga Rp 3.650, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target harga Rp 240, dan saham BMRI dengan target harga Rp 5.750.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN