Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN) di Treasury Room OCBC NISP, Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN) di Treasury Room OCBC NISP, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Virus Korona Masih Pengaruhi Pergerakan SUN Pekan Ini

Gita Rossiana, Senin, 3 Februari 2020 | 07:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) diperkirakan bergerak turun pada pekan ini. Salah satu sentimen yang memengaruhi adalah wabah Virus Korona yang saat ini sudah menjadi isu global dan berimbas pada pilihan investasi para investor.

Associate Director Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, belakangan ini, pasar obligasi terus ditekan oleh wabah virus corona yang sampai saat ini belum jelas penanganannya, dan sampai menjadi isu global.

“Hal ini menekan pasar SUN, membuat CDS agak naik dan sedikit melemahkan rupiah,” jelas dia kepada Investor Daily, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, investor biasanya sudah mulai melakukan profit taking pada akhir Februari hingga Maret 2020. Hal ini juga akan menekan pasar SUN.

Dengan sentimen tersebut, dia memperkirakan pergerakan SUN akan relatif sempit pada minggu ini. Yield SUN pekan ini akan bergerak pada level 6,65-6,8%.

Di tengah situasi yang tidak menentu tersebut, Ramdhan menyarankan untuk berinvestasi pada SUN seri benchmark.”SUN dengan tenor 5 dan 10 tahun merupakan instrument yang paling likuid,” kata dia.

Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus. Foto: id.linkedIn
Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus. Foto: id.linkedIn

Di sisi lain, Associate Director, Head of Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico mengungkapkan, pekan ini, yield SUN berpotensi mengalami kenaikan. SUN dengan tenor lima tahun akan bergerak di level 6,05-6,2%, tenor 10 tahun di rentang 6,6-6,8%, tenor 15 tahun di level 7,15-7,35% dan tenor 20 tahun di rentang 7,28-7,45%.

Pergerakan SUN pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis beberapa data makro ekonomi dari Amerika Serikat (AS) seperti Markit US manufacturing, services and composite dan data-data lainnya. Begitu juga dengan data makro ekonomi dari Indonesia, Tiongkok, Eropa dan Jepang.

Namun tidak hanya itu saja, Nico masih melihat adanya sentimen dari virus corona. Sentimen negatif ini tidak hanya mempengaruhi Tiongkok, namun juga perekonomian dunia secara keseluruhan.

Kemudian, investor juga menanti hasil pertemuan Bank Sentral India pada minggu ini. Kebijakan Pemerintah India dalam memberikan stimulus untuk mendorong perekonomian negaranya menjadi sentimen yang paling dinanti investor.

“Di tengah situasi dan kondisi yang tidak pasti tersebut, capital outflow berpotensi terjadi pekan ini,” papar dia.

Dalam situasi tersebut, Nico menyarankan investor untuk menjual obligasinya. Pasalnya, harga obligasi saat ini sehingga investor berpeluang untuk melakukan profit taking.

“Ini menjadi sebuah kesempatan yang berharga untuk melakukan profit taking di saat harga obligasi sedang tinggi,” kata dia.

Kemudian, setelah melakukan profit taking dan harga obligasi menurun, investor bisa menerapkan strategi lain. “Investor bisa masuk kembali ketika harga sudah rendah,” ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA