Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

Waskita Karya Siap Lunasi Obligasi Rp 1,17 Triliun

Senin, 22 Februari 2021 | 19:54 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran pokok obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II tahun 2018, seri A yang berjumlah Rp 1,17 triliun. 

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Waskita Karya menjelaskan, pembayaran pokok obligasi ini akan dibayarkan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) paling lambat pada 22 Februari 2021 pukul 14:00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Adapun obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 23 Februari 2021.

Untuk diketahui, seri A tersebut menjadi bagian dari obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahun 2018 dengan jumlah pokok sebesar Rp 3,45 triliun yang terbagi dalam dua seri. Selain seri yang sebelumnya telah disebutkan, terdapat seri B yang berjumlah Rp 2,27 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25%. Seri ini akan jatuh tempo pada 2023 mendatang.

Sementara itu, pada tahun ini Waskita Karya memproyeksikan nilai kontrak yang diraup mencapai Rp 2,6 triliun pada triwulan I-2021. Sedangkan target total kontrak baru sebanyak Rp 26 triliun, turun dari semula Rp 31-32 triliun. 

Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum pernah menjelaskan, perusahaan bakal mengejar target tersebut dengan memaksimalkan kerja sama di luar grup Waskita. Secara rinci, dia menjelaskan, nilai kontrak sebesar Rp 2,6 triliun akan dikontribusi oleh proyek pemerintah pada kuartal I. Semisal, jaringan kereta api, jaringan gas, bangunan air, jalan, jembatan.

“Dan juga beberapa proyek dengan nilai kontrak besar yang masih dalam proses tender," jelasnya.

Sedangkan untuk total nilai kontrak yang diincar, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono merinci, sebanyak 32% dari nilai kontrak baru tersebut berasal dari pemerintah. Selanjutnya dari BUMN dan daerah sebesar 22%, dan 23% dari swasta dalam negeri. Sementara 15% dari pengembangan bisnis Waskita, serta 7% berasal dari swasta luar negeri.

“Kami optimistis kinerja keuangan perusahaan akan moncer di tahun 2021. Didukung dengan dimulainya program vaksinasi yang jadi sentimen positif dan adanya Lembaga Pengelola Investasi (LPI),” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya LPI tersebut dapat mendukung pengembangan proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh perseroan. Di sisi lain, selain adanya LPI, perseroan juga telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 11 triliun tahun ini. 

Waskita akan menggunakan mayoritas anggaran untuk penyelesaian beberapa ruas tol yang diperoleh, salah satunya jalan Tol Jogja-Bawen.  Secara rinci, dari jumlah Rp 11 triliun tersebut sebanya 83% akan digunakan untuk kebutuhan jalan tol, 11% untuk Waskita Realty, 4% untuk konstruksi, 1% untuk beton precast dan sisanya untuk infrastruktur lain.

"Sumber pendanaan berasal dari divestasi tol dan pinjaman perbankan," pungkasnya.

 

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN