Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: Paul Grover / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: Paul Grover / POOL / AFP )

Inggris akan Hasilkan Energi Bersih pada 2035

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:01 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pada Senin (4/10) bahwa Inggris bertujuan menghasilkan tenaga atau energi bersih pada 2035. Langkah ini sebagai bagian penting dari target Inggris untuk mencapai emisi nol karbon bersih.

Inggris – yang bakal menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan puncak atau KTT Iklim COP26 pada bulan depan – telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 78% pada 2035. Menurut Johnson, ini adalah target perubahan iklim paling ambisius di dunia yang akan menempatkan Inggris di di jalur menjadi produsen nol emisi bersih pada 2050.

“Melihat kemajuan yang kami buat dalam hal energi angin, di mana kami memimpin dunia sekarang dalam tenaga angin lepas pantai, melihat apa yang dapat kami lakukan dengan sumber terbarukan lainnya, penangkapan dan penyimpanan karbon dengan hidrogen secara potensial, kami pikir kami dapat menghasilkan produksi energi bersih pada 2035,” ujar Johnson dalam sebuah wawancara, yang dilansir Reuters.

Itu berarti bahwa untuk pertama kalinya Inggris tidak bergantung pada hidrokarbon, yang datang dari luar negeri, serta dengan segala lika-liku harga hidrokarbon dan risiko yang ditimbulkan bagi kantong masyarakat dan konsumen. “Kami akan bergantung pada pembangkit listrik bersih kami sendiri yang akan membantu kami juga menekan biaya,” tambah dia.

Surat kabar The Times sebelumnya melaporkan bahwa Johnson akan segera mengikat Partai Konservatifnya untuk meningkatkan investasi dalam energi terbarukan dan nuklir, ketika Inggris menghadapi krisis akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Apa yang saya katakan, adalah bahwa kita dapat melakukan untuk seluruh produksi energi kita pada 2035, apa yang kita lakukan dengan kendaraan mesin pembakaran internal pada 2030,” ungkap Johnson, mengacu pada larangan penjualan mobil-mobil baru berbahan bakar minyak (BBM) dan diesel di akhir dekade.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN