Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sisa-sisa limbah batu bara dari tambang Dawdon Colliery yang dibuang langsung dari puncak tebing ke pantai, hingga penutupannya pada 1991, kini terlihat di tepi tebing di Pantai Blast di Seaham, timur laut Inggris pada 7 Oktober 2021. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )

Sisa-sisa limbah batu bara dari tambang Dawdon Colliery yang dibuang langsung dari puncak tebing ke pantai, hingga penutupannya pada 1991, kini terlihat di tepi tebing di Pantai Blast di Seaham, timur laut Inggris pada 7 Oktober 2021. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )

Inggris Manfaatkan Energi Hijau dari Bekas Tambang Batu Bara

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:11 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SEAHAM, investor.id – Tambang batu bara Dawdon di bagian Inggris timur laut yang telah ditinggalkan tiga dekade lalu, kembali dihidupkan sebagai bagian dari revolusi energi hijau. Menurut laporan, pihak berwenang ingin menangkap dan memanfaatkan sumber energi hijau yang berharga, dan tidak terbatas ini guna melistrik desa baru yang dikembangkan.

Proyek energi hijau dari tambang Dawdon itu diprediksi menghabiskan biaya antara 12 juta dan 15 juta poundsterling, yang didanai oleh pemerintah serta perusahaan yang mengoperasikan pembangkit di masa depan dan biaya-biaya properti.

Tambang batu bara intensif karbon tersebut terletak di dekat Seaham, wilayah pantai timur laut Inggris. Operasional tambang ini mengangkut batu bara dari bawah tanah hingga ditutup pada 1991. Mengingat posisinya yang berada di bawah permukaan laut maka tambah Dawdon sudah sejak lama dibanjiri oleh air dan dipanaskan oleh energi panas Bumi.

“Panas pada dasarnya berasal dari tanah,” ujar pejabat Dewan Kabupaten Durham, Mark Wilkes pada Minggu (10/10), yang memiliki sejumlah portofolio, termasuk perubahan iklim.

Dia menambahkan, air di dalam tambang yang berada jauh di bawah tanah telah memanas hingga sekitar 20 derajat Celcius. Di pintu masuk tambang batu bara, pipa-pipa besar pengolahan air pembangkit sekarang menyedot air yang setara dengan air mandi hangat setiap dua detik. Air ini digunakan untuk memanaskan pasokan air yang terpisah.

Pada gilirannya, sirkuit air ini dipanaskan melalui pompa hingga mencapai 55-60 derajat Celcius.

Pabrik juga melakukan pengolahan air yang sangat asam dan mengandung besi guna mencegah kontaminasi di pantai lokal dan cadangan air. Sementara itu, panas yang dihasilkan pada akhirnya akan memberi daya listrik ke rumah-rumah setempat, dan air hasil pengolahan dikembalikan ke laut.

Revolusi Industri Hijau

“Kami mengambil apa yang berasal dari revolusi industri, dan kami menggunakannya untuk revolusi hijau,” kata Wilkes kepada AFP.

Dia mengungkapkan bahwa sejauh ini, panas dari air baru digunakan untuk pemanasan fasilitas. Namun dalam waktu dua tahun, pemerintah setempat akan membuat desa baru dengan 1.500 rumah yang seluruhnya menggunakan pembangkit dari panas bumi.

“Ini adalah sumber energi yang tidak terbatas. Air mengalir setiap saat. Ada biaya teknologi yang dikeluarkan, tapi mudah-mudahan ini akan membantu menutup biaya yang berjalan,” tambah Wilkes.

Sebagai informasi, langkah itu adalah proyek panas bumi pertama berskala besar di Inggris. Wilkes pun berharap proyek ini bisa membangkitkan sektor bisnis di sekitarnya.

Namun Dewan Kabupaten Durham belum mengungkap nama perusahaan yang akan mengoperasikan dan mendanai sebagian dari pembangkit Dawdon. Meskipun energi panas bumi tidak akan gratis, pihak berwenang berharap setidaknya biayanya akan lebih murah daripada menggunakan gas.

“Pompa pemanas menggunakan energi listrik. Jadi bukannya netral karbon, melainkan hemat energi. Tetapi seperti yang dapat Anda bayangkan seiring waktu kandungan karbon listrik menurun, saat kami mendekarbonisasi. Jadi seiring waktu, Anda semakin dekat dengan sesuatu yang cukup rendah karbon.

Prosesnya empat kali lebih hemat energi daripada sistem pemanas listrik murni,” demikian penjelasan Charlotte Adams, manajer energi tambang di badan industri Otoritas Batu Bara Inggris, yang mengawasi tambang-tambang tua.

Inggris sendiri diketahui sangat bergantung pada gas alam untuk sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson – yang bakal menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) Iklim COP26 bulan depan di Glasgow, Skotlandia – sangat ingin mengalihkan semua produksi energi Inggris ke sumber terbarukan pada 2035 guna membantu mencapai target netralitas karbon pada 2050.

Urgensi langkah tersebut digarisbawahi oleh lonjakan harga gas hingga ke level tertinggi pada pekan lalu. Kenaikan ini dipicu oleh aktivitas-aktivitas ekonomi yang kembali dibuka pasca penerapan karantina terkait penyebaran Covid-19, dan bertambahnya permintaan gas pada musim dingin yang akan datang dari belahan bumi utara.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN