Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
hutan sengon

hutan sengon

10 Korporasi Sukses Jalankan Kewajiban Rehabilitasi Hutan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:44 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id-Sebanyak 10 perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) telah menyerahkan hasil rehabilitasi hutan yang telah dinyatakan memenuhi kriteria keberhasilan tanaman sehingga layak untuk diserahterimakan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Total luasan lahan yang diserahterimakan tersebut kurang lebih mencapai 4.337 hektare (ha).

Dalam rangka pemenuhan kewajiban perusahaan dalam penggunaan kawasan hutan, pemegang IPPKH harus melakukan dua kewajiban yaitu terkait dengan reklamasi hutan bekas tambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). “Terima kasih kepada 10 bisnis leaders atas kerja keras di tengah berbagai kesulitan dan kondisi yang cukup berat, masa-masa sulit Covid-19 dan saya mendorong para bisnis leaders yang masih memiliki kewajiban merehabilitasi DAS, mari kita selesaikan kewajiban kita bersama untuk kesejahteran masyarakat dan kelestarian lingkungan,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya saat memberikan sambutan pada serah terima hasil pekerjaan rehabilitasi hutan dari pemegang IPPKH ke pemerintah, Selasa (12/10).

Keberhasilan penanaman dalam rangka kewajiban rehabilitasi DAS oleh 10 pemegang IPPKH itu dievaluasi secara terpadu oleh tim penilai yang terdiri atas unsur Balai Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Dinas Provinsi yang membidangi Kehutanan, dan pemangku/pengelola kawasan. KLHK mengapresiasi 10 pemegang IPPKH yang baru saja melakukan serah terima tersebut, mengingat reklamasi hutan bekas tambang adalah upaya untuk memulihkan, memperbaiki, dan meningkatkan kemampuan dan fungsi DAS sebagai penyangga kehidupan. Rehabilitasi DAS adalah penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan oleh pemegang IPPKH untuk percepatan rehabilitasi hutan dan lahan dengan sumber dana non-APBN/APBD.

Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan sangat penting karena secara mendasar akan menjadi sistem penopang kehidupan melalui fungsi hutan. Hutan memiliki fungsi hidrologis dalam suatu sistem DAS. Siklus hidrologi merupakan salah satu dari sistem penopang kehidupan (life support system) dengan benchmark yaitu air. “Langkah ini sangat penting dilakukan, tidak saja hanya sebagai kewajiban dalam upaya memulihkan lingkungan, namun juga dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat serta dalam upaya membangun reputasi dunia usaha, yang mau tidak mau sudah harus concern dan bekerja nyata untuk kelestarian lingkungan,” kata Siti.

Merujuk keterangan KLHK, rincian ke-10 perusahaan dan luasan lahan yang berhasil direhabilitasi adalah sebagai berikut.

1. SKK Migas-Medco Sumsel (18,83 ha) di Kawasan Hutan Lindung Meranti Sungai Merah, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

2. SKK Migas BP Berau (320 ha) di Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat

3. PT Alam Jaya Barapratama (1.241,25 ha) di KHDTK Hutan Diklat Tahura Bukit Soeharto Kalimantan Timur

4. PT Antam UBPN Malut (981,77 ha) di Kawasan HL di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara

5. PT Multi Utama Tambang Jaya (746,10 ha) di Kawasan Hutan Konservasi di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah

6. SKK Migas Medco Salamander Kalsel (83 ha) di Kawasan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah

7. PT Adaro Indonesia (440,43 ha) di Tahura Sultan Adam, Kalimantan Selatan

8. PT Bumi Suksesindo Jatim (215,66 ha) di Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Tetap, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

9. PT Suprabari Mapanindo Mineral (200 ha) di KHDTK Tumbang Nusa Kalimantan Tengah

10. PT Vale Indonesia (90 ha) di Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN