Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisaris Energi, Kadri Simson mengadakan konferensi pers, setelah pertemuan Dewan Komisaris yang memaparkan tindakan Komisi Eropa tentang kenaikan harga energi di markas Komisi Eropa, di Brussels, Belgia, pada 13 Oktober 2021. ( Foto: ARIS OIKONOMOU / AFP )

Komisaris Energi, Kadri Simson mengadakan konferensi pers, setelah pertemuan Dewan Komisaris yang memaparkan tindakan Komisi Eropa tentang kenaikan harga energi di markas Komisi Eropa, di Brussels, Belgia, pada 13 Oktober 2021. ( Foto: ARIS OIKONOMOU / AFP )

UE Umumkan Mitigasi Krisis Energi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:59 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id – Uni Eropa (UE) pada Rabu (13/10) mempresentasikan seperangkat instrumen berisi langkah-langkah untuk mengurangi krisis energi, yang sudah mengancam terjadinya lonjakan tagihan listrik di Eropa.

Komisi Eropa telah berada di bawah tekanan untuk bertindak atas krisis yang membayangi, meskipun masing-masing pemerintah UE lebih bertanggung jawab secara langsung atas sumber energi dan perpajakan mereka.

"Kekhawatiran konsumen dapat dimengerti, dibenarkan. Musim dingin akan datang dan bagi banyak orang, tagihan listrik lebih tinggi daripada selama satu dekade (terakhir). Kami telah melihat lonjakan harga gas di seluruh dunia sebagian besar didorong oleh permintaan di Asia," kata Komisioner Energi UE, Kadri Simson saat meluncurkan proposal tersebut, yan dikutip AFP.

Alasan utama melonjaknya harga energi adalah bahwa ekonomi bangkit kembali dengan kuat, efek dari pandemi virus corona.

Harga acuan gas alam, sebagai indikator utama untuk harga energi secara keseluruhan di Eropa, naik lebih dari tiga kali lipat tahun ini. Harga minyak dan batu bara juga melonjak.

Beberapa pejabat UE menuduh pemerintah Rusia, sumber sebagian besar gas yang diimpor ke blok tersebut, melakukan pemerasan. UE menuduh Rusia membatasi pasokan sementara untuk mencoba memaksa Jerman mengaktifkan pipa Nord Stream 2 yang baru selesai melintasi Baltik, melewati Ukraina.

Tetapi pemerintah Rusia berpendapat pihaknya adalah mitra yang dapat diandalkan. Rusia mengatakan bahwa kontrak baru perlu disepakati untuk peningkatan pengiriman gas alam ke Eropa.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada sebuah forum energi di Moskow, sangat penting untuk menyarankan mekanisme jangka panjang untuk menstabilkan pasar energi dalam apa yang disebutnya situasi sulit.

Masalah energi akan menjadi headline konferensi tingkat tinggi (KTT) para pemimpin UE minggu depan.

Daftar opsi yang disajikan Rabu untuk segera melawan kenaikan harga energi, di antaranya memberi pembayaran darurat (mungkin dalam bentuk voucher energi) untuk rumah tangga yang lebih miskin.

Konsumen juga harus diizinkan menunda pembayaran tagihan. Sedangkan pajak dan retribusi yang dapat mencapai lebih dari sepertiga dari biaya tagihan listrik dapat dikurangi atau ditangguhkan, kata Komisi Eropa.

Namun, lembaga tersebut menekankan bahwa usulan ini harus sementara dan ditargetkan. Usulan jangka menengah yang disampaikan juga tidak jelas.

Usulan tersebut berfokus pada peningkatan investasi dalam sumber energi terbarukan dan jaringan listrik pan-Eropa. Namun langkah-langkah ini sudah dipetakan saat UE bersiap untuk menjadi netral karbon pada 2050.

Transisi Hijau

Simson dengan tegas menolak kritik oleh beberapa negara anggota UE, terutama dari pemerintah Hongaria. Kritik tersebut mengatakan lonjakan harga energi adalah hasil dari biaya yang lebih tinggi, terkait dengan transisi hijau.

"Kita tidak menghadapi lonjakan harga energi karena kebijakan iklim kami, atau karena energi terbarukan mahal. Kita menghadapinya karena harga bahan bakar fosil melonjak," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pendapatan dari skema perdagangan karbon UE telah meningkat sejak perlambatan tahun lalu dan tersedia untuk membiayai mitigasi jangka pendek.

"Kami meminta negara-negara anggota menggunakan pendapatan tambahan itu untuk mengatasi dampak sosial dari lonjakan harga energi, di mana dibutuhkan," lanjutnya.

Sebuah saran yang dilontarkan oleh pemerintah Prancis untuk memutuskan tautan harga antara gas dan listrik tidak ada dalam daftar usulan Komisi UE. Adapun Prancis mendapatkan sebagian besar energi dari pembangkit listrik tenaga nuklir.

Satu lagi, dari pemerintah Spanyol, mengatakan negara-negara UE yang melakukan pembelian gas bersama hanya menyebutkan bahwa potensi manfaat dan desain dari ide semacam itu harus dieksplorasi.

Tetapi negara-negara lain, termasuk Jerman dan Belanda, telah memperingatkan terhadap langkah-langkah ekstrem dalam menghadapi situasi yang mereka anggap sementara.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN