Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta,

Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta,

Sustainable Finance, Program Prioritas Perbankan Kurangi Efek Perubahan Iklim

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:59 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perubahan iklim masih menjadi diskusi utama di berbagai negara saat ini. Munculnya berbagai dampak dari perubahan iklim berhasil menyita perhatian berbagai perusahaan, salah satunya industri perbankan. Industri perbankan kini tidak hanya memperhatikan faktor profitabilitas, namun juga faktor ekonomi, lingkungan, dan juga sosial untuk mencapai keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

Sektor jasa keuangan, khususnya perbankan memiliki peran penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi melalui perubahan pola bisnis konvensional menjadi berkelanjutan.

PT Bank OCBC NISP Tbk merupakan salah satu bank yang telah memprioritaskan program keuangan berkelanjutan, tidak hanya untuk sesaat. Sebagai salah satu dari 10 bank terbesar di Indonesia dari segi aset dan juga sebagai salah satu anggota dari Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI), perseroan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengurangan efek perubahan iklim.

“Bank OCBC NISP berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan berkelanjutan untuk nasabah retail dan korporasi sehingga dapat mendukungnasabah agar mampu #MelajuJauh memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial (sustainable finance). Bagi Bank OCBC NISP, ini bukan sekadar inisiatif bisnis, ini komitmen kami menjalankan responsible banking,” ucap Direktur Bank OCBC NISP Joseph Chan Fook Onn kepada Investor Daily, pekan lalu.

Direktur Bank OCBC NISP Joseph Chan Fook Onn
Direktur Bank OCBC NISP Joseph Chan Fook Onn

Pihaknya melihat bahwa pembiayaan berwawasan lingkungan merupakan bagian penting dari ekonomi cerdas yang harus terus didorong dan ditingkatkan lebih jauh ke depan. Komitmen OCBC NISP untuk membiayai proyekproyek berwawasan lingkungan diwujudkansalah satunya dengan membuatsuatu program keuangan khusus.

Hingga saat ini, Bank OCBC NISP telah memiliki dua program keuangan khusus yang fokus pada sektor pengelolaan limbah dan sektor pencegahan dan pengendalian polusi.

“Kami juga terus mengembangkan kerja sama strategis dari sisi pendanaan dimana pada tahun 2018, Bank OCBC NISP bekerja sama dengan IFC dalam bentuk bilateral loan dengan nominal sebesar Rp 2 triliun dan tenor selama 5 tahun, yang telah digunakan untuk membiayai proyekproyek yang berwawasan lingkungan (green financing),” tutur Joseph.

Penyaluran green financing ini diberikan kepada debitur yang bergerak di bidang clean water treatment dan property (green building). Selanjutnya, pada 2020, OCBC NISP melanjutkan kerja sama dengan IFC dalam bentukbilateral loan kedua dengan nominal sebesar Rp 2,75 triliun dan tenor selama 5 tahun untuk membiayai proyek Women-owned Small and Medium Enterprises (WSME) dan proyek yang berwawasan lingkungan.

Sampai dengan akhir Juni 2021, Bank OCBC NISP berhasil membukukan pembiayaan yang mendukung sektor hijau (green financing atau green loan) adalah sebesar Rp 31,5 triliun atau sebesar 27% dari total kreditnya.

Di luar sektor UMKM, tiga sektor terbesar dalam penyaluran pembiayaan hijau dari Bank OCBC NISP antara lain, sektor natural resources management (pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan). Kemudian sektor green building (bangunan berwawasan lingkungan yang memenuhi standar atau sertifikasi yang diakui secara nasional, regional, atau internasional).

Serta, sektor ecoefficient product (produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi.

Tak hanya fokus untuk jangka pendek, OCBC NISP memprioritaskansustainable financing sebagai program jangka panjang.

“Bank OCBC NISP telah berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran dana untuk portofolio hijau selama 5 tahun pertama (sampai dengan 2023). Untuk periode Januari hingga Juni 2021, Bank OCBC NISP telah berhasil melampaui target penyaluran green loan yang sudah ditetapkan untuk tahun 2021,” kata Joseph.

Selain OCBC NISP, PT Bank CIMB Niaga Tbk merupakan anggota dari IKBI yang mendorong regulasi keuangan berkelanjutan inklusif.

“Untuk sustainability green financing, kami telah memulai untuk memprioritaskan, banyak di nonritel,” kata Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan. Untuk segmen ritel atau konsumer, CIMB Niaga juga memiliki produk khusus dan memberikan insentif-insentif menarik bagi nasabah.

“Di KKB (kredit kendaraan bermotor) dengan financing mobil listrik. Namun dalam penerapan dan pengelolaan bisnis secara hijau sudah dilaksanakan lewat digitalisasi tanpa kertas, penghematan penggunaan listrik, dan lainnya,” imbuh Lani.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jugamembentuk satuan tugas atau Task Force Keuangan Berkelanjutan di sektor jasa keuangan (SJK) sebagai upaya mewujudkan pengembangan ekosistem keuangan berkelanjutan.

Selain itu, bentuk dukungan komitmen OJK pada upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim (komitmen Paris Agreement) yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rudi As Aturridha menyambut baik pembentukan Task Force Keuangan Berkelanjutan di Sektor Jasa Keuangan (SJK) sebagai salah satu upaya memperkuat Ekosistem Keuang-an Berkelanjutan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN