Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Bumee Summit 2021 bertema Menjaring Potensi Pembiayaan Green Economy with Bank BRI yang digelar BeritaSatu Media Holdings secara daring, Rabu (27/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Bumee Summit 2021 bertema Menjaring Potensi Pembiayaan Green Economy with Bank BRI yang digelar BeritaSatu Media Holdings secara daring, Rabu (27/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Hingga September, Investasi ESG di BRI Capai Rp 19,3 Triliun

Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:04 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat nilai investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) di BRI terus mengalami peningkatan. Sampai dengan September 2021, nilai investasi ESG oleh para investor di BRI mencapai Rp 19,3 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, perusahaan dengan profil ESG yang baik akan membangun koneksi dan kepercayaan yang lebih dalam lagi dengan investor. Pada akhirnya akan mampu mengungguli peers serta akan menikmati sustainability premium berupa potensi kenaikan laba dan kenaikan valuasi dari perusahaan.

"BRI sudah merasakan, tahun 2020 September ada ESG investment value Rp 3,5 triliun, nilai ini naik 5,5 kali lipat menjadi Rp 19,3 triliun pada September 2021," ungkap Sunarso dalam acara Bumee Summit 2021 bertema Menjaring Potensi Pembiayaan Green Economy with Bank BRI yang digelar BeritaSatu Media Holdings secara daring, Rabu (27/10).

Sunarso menambahkan, para investor ESG BRI antara lain BlackRock, Vanguard, J.P. Morgan, State Street, DWS, Trillium, Royal London, Nordea, dan juga Boston Common.

Secara global, lanjut Sunarso, nilai aset yang dikelola (asset under management/AUM) ESG pada tahun 2016 sebesar US$ 22,9 triliun atau setara dengan Rp 324 ribu triliun. Nilai tersebut meningkat dua kali pada tahun 2020 menjadi US$ 40 triliun atau senilai Rp 565 ribu triliun.

Sunarso menambahkan, perseroan menerapkan konsep Triple Bottom Line, yaitu Pro People, Pro Planet, dan Pro Profit yang mendasari program perseroan selama ini serta strategi ESG dalam setiap kegiatan bisnis dan investasi.

 Pihaknya mengaku kerap kali dikirimi surat cinta dari para investor yang fokus pada ESG, seperti dari BlackRock dan Nordea. Dari surat yang dikirimkan, Sunarso menyebut transisi realokasi capital dari konvensional ke ESG terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Pada November 2020, tercatat global sustainable investment meningkat 96% dibandingkan tahun 2019.

"Apabila perusahaan tidak mampu mengartikulasikan strategi untuk transisi ke net zero economy, maka perusahaan tersebut akan mengalami penurunan kapasitas bisnis dan valuasi perusahaan," terang Sunarso.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN