Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

ADB akan Percepat Penutupan PLTU Batubara di RI dan Filipina

Kamis, 4 November 2021 | 06:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

GLASGOW, investor.id – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) pada Rabu (3/11) meluncurkan usulan untuk mempercepat penutupan pembangkit-pembangkit listrik tenaga (PLTU) batubara di Indonesia dan Filipina guna menurunkan sumber emisi karbon terbesar.

Pengumuman peluncuran itu dibuat pada kegiatan konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia. Di mana para pemimpin dunia tengah berada di bawah tekanan untuk bergerak maju dengan rencana-rencana aksi iklim yang lebih ambisius.

Proposal, yang disebut Energy Transition Mechanism (ETM) atau Mekanisme Transisi Energi tersebut bertujuan menciptakan kemitraan publik-swasta untuk membeli pembangkit-pembangkit dan menghentikan operasinya dalam waktu 15 tahun, jauh lebih cepat dari periode biasanya.

Kantor berita Reuters sempat merilis laporan pada Agustus, bahwa ADB sedang bekerja dengan lembaga-lembaga keuangan lain untuk melaksanakan rencana yang dirancang oleh Donald Kanak, yang menjabat ketua Pasar Pertumbuhan Asuransi di perusahaan asuransi Inggris, Prudential.

Sebagai informasi, saat ini ADB meluncurkan uji coba di Indonesia dan Filipina guna menunjukkan kerja sama dengan pemerintah dalam hal studi kelayakan untuk merinci model bisnis yang tepat bagi setiap negara.

Bahkan dalam siaran pers ADB, Kementerian Keuangan Jepang telah berkomitmen memberikan hibah sebesar US$ 25 juta kepada ETM, sebagai pembiayaan awal pertama.

“Indonesia dan Filipina memiliki potensi untuk menjadi pionir dalam proses menghilangkan batubara dari bauran energi kawasan kita, memberikan kontribusi substansial terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca global, dan menggeser ekonomi mereka ke jalur pertumbuhan rendah karbon,” ujar Presiden ADB, Masatsugu Asakawa, yang dilansir Reuters.

Sebagai informasi, sekitar 67% listrik Indonesia dan 57% pembangkit listrik Filipina menggunakan bahab bakar yang bersumber dari batubara.

Ditambahkan oleh Asakawa bahwa peningkatan penuh dari rencana ETM di Indonesia, Filipina, dan Vietnam – yang bertujuan menghentikan 50% armada batubara selama 10 hingga 15 tahun ke depan – dapat mengurangi 200 juta ton emisi CO2 per tahun atau setara dengan menyingkirkan 61 juta mobil dari jalan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN