Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (tengah) saat menggelar konferensi pers usai bertemu dengan berbagai pemimpin bisnis dan pemimpin partai politik untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan wabah Covid-19 di Union Building di Pretoria pada 22 Maret 2020. ( Foto: Phill Magakoe / AFP )

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (tengah) saat menggelar konferensi pers usai bertemu dengan berbagai pemimpin bisnis dan pemimpin partai politik untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan wabah Covid-19 di Union Building di Pretoria pada 22 Maret 2020. ( Foto: Phill Magakoe / AFP )

Afsel Dapat Bantuan US$ 8,5 M untuk Transisi ke Energi Bersih

Kamis, 4 November 2021 | 06:38 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

GLASGOW, investor.id – Pemerintah Afrika Selatan pada Rabu (3/11) mendapatkan komitmen dari sekelompok negara kaya untuk setidaknya pendanaan US$ 8,5 miliar dan bantuan teknis untuk membantu transisi negara ke ekonomi rendah karbon.

Pemerintah Prancis, Jerman, Inggris, Amerika Serikat (AS), serta UE, menandatangani perjanjian dengan Afrika Selatan di konferensi tingkat tinggi (KTT) COP-26 di Glasgow, Skotlandia. Dukungan tersebut akan membantu memastikan transisi yang adil bagi ekonomi Afrika Selatan yang bergantung pada batubara, katanya dalam pernyataan bersama.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memuji kesepakatan itu sebagai momen penting “Bukti bahwa bisa kita mengambil tindakan iklim yang ambisius sambil meningkatkan keamanan energi kita, menciptakan lapangan kerja, dan memanfaatkan peluang baru untuk investasi dengan dukungan dari negara-negara maju," jelasnya, Rabu (3/11), yang dikutip AFP.

Para donor akan menyediakan dana awal sebesar US$ 8,5 miliar selama tiga hingga lima tahun. "(Dalam bentuk) hibah, pinjaman lunak, investasi, dan instrumen pembagian risiko, terutama untuk melibatkan sektor swasta," kata pernyataan itu.

Kesepakatan, yang disertai dengan komponen bantuan teknis, secara khusus berfokus pada mengubah sistem pembangkit listrik negara.

Model Transisi

Dana Investasi Iklim (CIF) menyatakan bahwa Afrika Selatan bisa menjadi model transisi energi dari batubara.

"Saya benar-benar berpikir bahwa Afrika Selatan dapat berfungsi sebagai demonstrasi untuk banyak negara lain secara global, tentang bagaimana melakukan ini," kata CEO CIF Mafalda Duarte.

Dengan pembangkit batubara yang menua, prioritas politik yang diberikan untuk keluar dari bahan bakar fosil, dan krisis pasokan listrik, Afrika Selatan bisa menjadi model bagi negara lain yang beralih ke energi yang lebih bersih.

"Ada momentum yang jelas dan pengakuan sekarang dari banyak pihak bahwa ada kebutuhan untuk transisi energi," lanjutnya.

Afrika Selatan, penghasil gas rumah kaca terbesar ke-12 di dunia, saat ini lebih bergantung pada batubara untuk 80% kebutuhan energinya. Ramaphosa telah membentuk komisi untuk memberi nasihat tentang cara mengurangi perubahan iklim dan kabinetnya baru-baru ini mengadopsi target pengurangan emisi yang lebih ambisius.

Itu membantu negara tersebut memenangkan pendanaan untuk membangun kapasitas energi terbarukan dan membantu meringankan dampak dari peralihan dari penggunaan batubara. CIF, yang bekerja dengan organisasi termasuk Bank Dunia terkait masalah iklim, mengatakan Afrika Selatan dapat mengajukan permohonan sebanyak US$ 500 juta untuk mendukung inisiatif tersebut.

CIF telah menyediakan US$ 462 juta dalam pendanaan untuk transisi energi Afrika Selatan, mendukung pembangunan tiga pembangkit listrik tenaga surya serta fasilitas angin milik Eskom. Grupnya juga memungkinkan utilitas yang dikelola negara untuk menggunakan kembali US$ 273 juta uang tunai untuk mengembangkan proyek penyimpanan baterai.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN