Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Greenland, Mute Bourup Egede saat berbicara dalam konferensi pers bersama pada sidang ke-73 Dewan Nordik di kantor perdana menteri di Kopenhagen, Denmark, pada 3 November 2021. ( Foto: Mads Claus Rasmussen / Ritzau Scanpix / AFP )

Perdana Menteri Greenland, Mute Bourup Egede saat berbicara dalam konferensi pers bersama pada sidang ke-73 Dewan Nordik di kantor perdana menteri di Kopenhagen, Denmark, pada 3 November 2021. ( Foto: Mads Claus Rasmussen / Ritzau Scanpix / AFP )

Greenland Sahkan UU Pelarangan Menambang Uranium

Rabu, 10 November 2021 | 12:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

KOPENHAGEN, investor.id – Parlemen Greenland pada Selasa (9/11) mengesahkan undang-undang (UU) pelarangan menambang dan eksplorasi uranium di bagian wilayah Denmark yang luas.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari janji kampanye Partai sayap kiri Inuit Ataqatigiit (IA) berkuasa, yang terpilih dalam pemilihan umum (pemilu) pada awal tahun ini. Demikian dilansir dari AFP.

Menurut laporan, Partai IA memenangkan pemilihan sela pada April yang dipicu oleh perpecahan atas proyek pertambangan uranium dan tanah jarang (rare earth) yang kontroversial. IA kemudian memenangkan 12 dari 31 kursi di majelis nasional Greenland sekaligus mengalahkan saingannya Siumut, sebuah partai sosial demokrat yang telah mendominasi politik di wilayah pulau itu sejak memperoleh otonomi pada 1979.

Sebanyak 12 anggota parlemen di majelis nasional setuju melarang penambangan uranium, sementara sembilan suara menentang. IA sendiri telah berkampanye menentang eksploitasi deposit Kuannersuit, yang terletak di fjord – teluk yang berasal dari lelehan gletser – di selatan pulau itu, dan dianggap sebagai salah satu yang terkaya di dunia dalam uranium dan mineral tanah jarang.

Proyek, yang dipimpin oleh grup perusahaan Greenland Minerals Tiongkok di Australia, itu pun belum resmi ditinggalkan. Tetapi Orano dari Prancis telah mengumumkan pada Mei, bahwa tidak akan meluncurkan eksplorasi meskipun memiliki izin untuk melakukannya.

Sebagai informasi, kekayaan alam yang sangat besar dari pulau dengan ukurannya seluas dua juta kilometer persegi – lebih besar dari Meksiko – telah menjadi perhatian banyak orang. Namun hanya beberapa proyek yang telah disetujui.

Saat ini, pulau tersebut menjadi rumah bagi dua tambang, yaitu untuk anorthosite – yang endapannya mengandung titanium – dan berikutnya adalah batu rubi dan safir merah muda.

Meskipun Pemerintah Daerah Greenland tidak menentang semua kegiatan pertambangan, pemerintah masih melarang semua eksplorasi minyak karena keprihatinan terhadap iklim dan lingkungan.

Awal bulan ini Perdana Menteri Mute Egede menyatakan ingin bergabung dengan kesepakatan iklim Paris, di mana Greenland adalah salah satu dari sedikit negara yang belum melakukan ratifikasi.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN