Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
gas metana batubara

gas metana batubara

UE Berencana Pangkas Emisi Metana di  Industri Migas

Selasa, 23 November 2021 | 07:49 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Uni Eropa (UE) telah menyusun undang-undang pengurangan emisi metana dengan memaksa perusahaan-perusahaan minyak dan gas (migas) untuk melaporkan produksi mereka, serta menemukan dan memperbaiki kebocoran gas yang merupakan penyebab terbesar kedua dari perubahan iklim. Demikian menurut draf Senin (22/11).

“Operator minyak dan gas di Uni Eropa harus menyerahkan perkiraan emisi metana dari instalasi-instalasi mereka dalam waktu 12 bulan, setelah peraturan mulai berlaku,” bunyi draf proposal legislatif, yang dikutip Reuters.

Menurut laporan, Komisi Eropa akan mempresentasikan rancangan tersebut pada Desember dan masih ada kemungkinan mengalami perubahan. Setelah diusulkan oleh Komisi, peraturan tersebut perlu dinegosiasikan di Parlemen Eropa dan negara-negara anggota, di mana proses ini dapat memakan waktu hingga dua tahun.

Selanjutnya, dua tahun setelah peraturan tersebut berlaku, operator bakal diminta untuk melaporkan pengukuran emisi yang sebenarnya. Mereka juga harus melakukan survei rutin guna mendeteksi kebocoran metana dan perbaikannya.

UE sendiri telah menghadapi tekanan dari para pegiat kampanye dan beberapa investor guna menekan emisi metana yang terkait dengan gas impor. Memaksa perusahaan-perusahaan di luar negeri untuk memperbaiki kebocoran metana hingga menjual gas mereka ke Eropa – sebuah persyaratan yang tidak termasuk dalam rancangan proposal.

Sebagai informasi, gas metana dipancarkan dari sumber-sumber termasuk infrastruktur bahan bakar fosil yang bocor, peternakan dan tempat pembuangan sampah. Gas ini memiliki potensi memerangkap panas yang lebih tinggi daripada CO2, tetapi terurai di atmosfer lebih cepat. Ini berarti pengurangan emisi metana pada 2030 dapat berdampak cepat dalam memperlambat pemanasan global.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN