Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Lampaui Target, Pendapatan Negara 2021 Tembus Rp 2.003,1 Triliun

Selasa, 4 Januari 2022 | 13:42 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 menembus  Rp 2.003,1 triliun atau 114,9% dari target APBN 2021 yang sebesar Rp 1.743,6 triliun. Dengan demikian, APBN 2021 mencatatkan kinerja positif, bahkan melampaui target.

“Dengan asumsi yang mengalami deviasi ini, kita lihat APBN realisasinya sangat positif. Sampai 31 Desember, pendapatan negara mencapai Rp 2.003,1 triliun,” ujar Menkeu seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Selasa (4/2/2022).

Sri Mulyani menjelaskan, capaian tersebut tumbuh 21,6% lebih tinggi dibandingkan APBN 2020 yang sebesar Rp1.647,8 triliun.

“Ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat. Tahun ini masih ada pandemi yang memukul dengan Delta dan Omicron, namun APBN kita masih bisa tumbuh 21,6%,” ujar dia.

Menurut Menkeu, realisasi sementara penerimaan pajak telah mencapai Rp 1.277,5 triliun atau 103,9% dari target APBN 2021 yang sebesar Rp 1.229,6 triliun. Capaian ini tumbuh 19,2% dari penerimaan pajak 2020 yang sebesar Rp 1.072,1 triliun. “Jadi, penerimaan pajak kita Rp 47,9 triliun lebih tinggi dari target APBN,” tutur Menkeu.

Sri Mulyani mengungkapkan, penerimaan kepabeanan dan cukai tahun lalu mencapai Rp 269 triliun atau 125,1% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp 215 triliun.

“Tahun lalu, penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 213 triliun dan relatif stabil, tapi tetap sedikit kontraktif, terutama bea masuk dan bea keluarnya. Jadi, kalau sekarang tumbuh 26,3%, itu adalah suatu recovery yang luar biasa,” tandas dia.

Di sisi lain, kata Menkeu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 452 triliun atau 151,6% dari target APBN 2021 sebesar Rp 298,2 triliun. Realisasi ini tumbuh 31,5% dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 343,8 triliun.

“Jadi, recovery-nya sudah jauh melebihi kontraksi tahun lalu. Jangan lupa tahun ini kita masih ada Covid-19 dan capaian ini juga lebih tinggi dari tahun 2019 pre-Covid level,” tutur dia.

Dia menambahkan, kinerja APBN 2021 yang semakin baik menjadi sinyal positif bagi kelanjutan pemulihan ekonomi yang semakin kuat pada 2022.

“APBN akan terus melanjutkan perannya melindungi keselamatan masyarakat sekaligus sebagai motor pengungkit pemulihan ekonomi,” tegas Menkeu.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN