Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT BKI Rudiyanto. Foto: BeritaSatu Photo/Emral

Direktur Utama PT BKI Rudiyanto. Foto: BeritaSatu Photo/Emral

4.000 Daerah Aliran Sungai Harus Dipulihkan, Ini Dukungan BKI

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:29 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI Rudiyanto menyampaikan kepedulian penuh BKI terhadap kemanfaatan sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan menyerukan gerakan nasional menanam pohon untuk menyelamatkan 4.000 daerah aliran sungai (DAS).

“BKI melakukan kegiatan terkait konservasi terumbu karang dan penanaman mangrove. Kami lebih fokus pada kegiatan penanaman pohon di kawasan pesisir, tetapi juga bisa berperan di hulu daerah aliran sungai dengan peran serta dari beberapa anak perusahaan,” ucap Rudiyanto dalam keterangan resmi, Rabu (12/1).

Baca juga: Ajinomoto Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Rudiyanto menambahkan bahwa perbaikan terumbu karang dan mangrove diharapkan akan memperbaiki ekosistem kawasan pesisir dan menanggulangi kerusakan akibat gelombang tinggi, potensi bahaya abrasi, dan lain-lain.

Direktur Konservasi Tanah dan Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Muhammad Zainal Arifin memaparkan bahwa terdapat sekitar 4.000 DAS yang harus dipulihkan, di mana 108 DAS sudah dalam kondisi pulih.

“Kerusakan DAS disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, sehingga membutuhkan solusi berupa optimalisasi lahan, menjaga menara air alami, konservasi tanah dan air dan pemberdayaan masyarakat untuk menjamin kemanfaatan sosial dan ekonomi,” ujar Zainal.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ilmu Tanah Indonesia Budi Mulyanto mengingatkan pentingnya peran tanah dan lingkungan dalam mendukung program penanaman pohon.

“Dimulai dari pentingnya proses fotosintesis sampai kemanfaatan sosial ekonomi lingkungan yang dapat diraih. Penting adanya sinergi para pihak dalam aksi nasional menanam pohon ini,” ujar Budi.

Baca juga: Indonesia Butuh Investasi Rp 300 Triliun/Tahun Tangani Perubahan Iklim

Fenomena kerusakan DAS ini menjadi perhatian khusus bagi beberapa pihak sehingga perlu diadakan kegiatan rehabilitasi DAS. Sesuai dengan pernyataan dari Ketua Umum Ikatan Alumni Pertanian UPN Veteran Yogyakarta Bambang Soepijanto yang menyampaikan langkah-langkah praktis dalam rehabilitasi DAS agar tepat sasaran sesuai kondisi yang ada dan mampu memberikan kemanfaatan sosial ekonomi.

“Misalnya dengan penentuan tanaman yang bisa memberikan manfaat tanpa harus menebangnya, seperti tanaman buah, biofarmaka, dan lain-lain,” ucap Bambang.

Hal senada juga diungkapkan oleh General Manager Pertambangan Tanjung Enim PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Venpri Sagara menyampaikan informasi kegiatan rehabilitasi DAS oleh PTBA yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kunci pelaksanaan rehabilitasi DAS adalah sosialisasi agar masyarakat mau mendukung dan merawatnya. Bahkan penentuan jenis-jenis tanaman di lereng Menoreh Kulon Progo berdasarkan usulan dari masyarakat. Rehabilitasi DAS ini memerlukan dukungan tindak lanjut kegiatan berupa pembinaan UMKM yang disesuaikan dengan potensi lokal,” tutup Venpri.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN