Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi emisi karbon dioksida (CO2). ( Foto: Getty/Edin )

Ilustrasi emisi karbon dioksida (CO2). ( Foto: Getty/Edin )

Turunkan Emisi Karbon, KLHK dan KKP Maksimalkan Potensi Karbon Biru

Selasa, 19 April 2022 | 05:00 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat road map untuk mengoptimalkan kawasan pesisir dan laut dalam berkontribusi menurunkan emisi karbon. Caranya lewat kembangkan mangrove dengan memaksimalkan potensi karbon biru (blue carbon).

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar mengatakan wilayah pesisir memiliki potensi yang cukup besar untuk menyerap emisi karbon yang dikeluarkan oleh masyarakat setiap harinya. Ekosistem pesisir itu meliputi mangrove, rawa payau, dan lainnya menjadi faktor penting yang diidentifikasi untuk memitigasi perubahan iklim.

"Jadi kita melihat ada potensi pesisir yang sangat besar yang bisa kita orientasikan sebagai blue economy dan blue carbon," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, saat menggelar workshop Blue Carbon dalam Pembangunan Blue Economy dan Pencapaian Target Nationally Determined Contribution (NDC), di Gedung KLHK Jakarta, Senin (18/4/2022).

Baca juga:Suzuki Smart Hybrid, Solusi Pangkas Emisi Karbon dan Konsumsi Bahan Bakar

Menurutnya lahan mangrove Indonesia cukup luas, mencapai 3,31 juta hektare. Sedangkan stok karbon yang tersimpan yaitu 3,14 miliar metrik ton. Adapun manfaat karbon biru bisa mencegah erosi, melindungi rumah penduduk dari badai, menangkap polutan, dan menyediakan habitat bagi spesies yang penting secara komersial.

"Kita juga sudah punya mangrove map merupakan salah satu terbesar di dunia dengan proyeksi sampai tiga miliar ton lebih. Kita juga mengidentifikasi mangrove, tetapi saya masih melihat banyak yang harus dieksplor untuk karbon dari sumber daya pesisir," ungkap dia.

Dia meyakini dengan pengelolaan karbon biru yang lebih baik bakal memberikan manfaat kepada Indonesia. Salah satunya meningkatkan harga jual karbon biru.

Baca juga:Presiden Targetkan Indonesia Bebas Emisi Karbon Tahun 2060

"Nanti kita pikirkan bersama-sama dalam pengelolaan blue carbon ini juga ada identitas atau kualitas karbon lebih baik. Sehingga harga karbonnya lebih mahal," sebut dia.

Siti mengungkapkan upaya yang telah dilakukan melestarikan mangrove. Pada 2019, pemerintah mampu menanam 45 ribu hektare lebih bibit mangrove. Upaya tersebut terus dilakukan pada tahun berikutnya. Sebanyak 39 ribu hektare lahan ditanami mangrove.

"Jadi kita sudah menanam lebih dari 80 ribu hektare," ujar dia.

Baca juga: PGN-PIM Garap Bisnis Berbasis Gas Dukung Penurunan Emisi Karbon

Dia menyampaikan, upaya pelestarian mangrove merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara memerintahkan penanaman mangrove harus dilakukan hingga 600 ribu hektare lahan.

"Seperti arahan Presiden akan dilakukan penanaman hingga 600 ribu hektare lebih nanti akan dieksplor," kata dia.

Sementara itu, Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menyambut baik kolaborasi pihaknya dengan KLHK. Diharapkan, upaya tersebut berkontribusi besar terhadap upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi.

"Jadi di laut diyakini potensi karbon biru lebih besar di darat sehingga kami secara bersama-sama menteri LHK untuk membuat satu terobosan baru yang kita buat," pungkas Sakti.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com