Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank Sampah Bersinar, sebagai salah satu dari lima organisasi terpilih untuk mengikuti program akselerator bertajuk Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge. ( Foto: Istimewa )

Bank Sampah Bersinar, sebagai salah satu dari lima organisasi terpilih untuk mengikuti program akselerator bertajuk Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge. ( Foto: Istimewa )

Dua Inovator Indonesia Ikuti Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge

Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dua inovator asal Indonesia terpilih untuk mengikuti program akselerator bertajuk Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge. Program yang diluncurkan The Incubation Network ini bertujuan mendorong solusi inovatif yang fokus pada kegiatan daur ulang dan upcycling sampah plastik.

Sebagai informasi, program yang dilakukan bersama Global Plastic Action Partnership, UpLink dari World Economic Forum (WEF), dan Alliance to End Plastic Waste telah memilih lima inovator yang akan berpartisipasi dalam program untuk meningkatkan kapasitas mereka selama lima bulan ke depan. Ada pun dua inovator di antaranya berasal dari Indonesia, yakni Bank Sampah Bersinar dan Kibumi.

Baca Juga: Tropical Go Green Olah Sampah Plastik

“Di The Incubation Network, kami berkomitmen untuk mendukung usaha lokal yang membuat solusi-solusi untuk mencegah kebocoran sampah plastik. Komitmen kami hadir tidak hanya melalui program Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge namun juga melalui program Informal Plastic Collection Innovation Challenge yang kami lakukan tahun lalu. Melalui program tersebut kami telah mampu mendukung berbagai inovator yang memiliki misi meningkatkan efektivitas pengumpulan dan daur ulang sampah plastik melalui peningkatan taraf hidup, transparansi, kapasitas, dan peran dari sektor informal,” ujar Direktur The Incubation Network Simon Baldwin dalam pernyataan tertulis, Senin (15/8).

Lebih lanjut, Simon mengaku sangat senang bahwa pada tahun ini, pihaknya berhasil meningkatkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya. “Kami juga sangat senang dapat mendukung berbagai inovator yang terpilih pada Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge karena mereka akan berperan penting dalam menyusun fondasi sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Indonesia dan Asia Tenggara,” katanya.

Baca Juga: Darurat Sampah, Saatnya Lakukan Pengelolaan Sampah Mulai dari Rumah

Salah satu alasan diadakannya tantangan tersebut karena solusi-solusi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan global polusi plastik semakin dibutuhkan. Berbagai data memperkirakan, sekitar dua juta ton atau 17% sampah plastik telah mencemari laut pada 2017-2019. Sampah-sampah ini berasal dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Bahkan, tidak sekadar mencemari laut, sampah plastik yang dibakar atau dibuang sembarangan turut mengancam lingkungan dan biodiversitas.

“Solusi inovatif berperan penting dalam tata kelola sampah di Asia Tenggara. Untuk itu, kami bangga dapat bekerja sama dengan The Incubation Network dan Alliance to End Plastic Waste untuk menyeleksi berbagai inovator yang memiliki solusi berdampak langsung untuk meningkatkan nilai sampah plastik. Kami tidak sabar untuk meningkatkan profil dan tentunya dampak mereka di Asia Tenggara,” tutur Knowledge Specialist Global Plastic Action Partnership Poonam Watine.

Baca Juga: Bank DKI Dukung Peluncuran Pengelolaan Sampah Mandiri

Sepanjang periode pendaftaran, program itu telah menerima lebih dari 100 pendaftaran melalui platform UpLink. Dari seluruh pendaftar tersebut, 48 kandidat telah disaring kembali oleh periset akademis, praktisi keberlanjutan, inovator, serta ahli iklim dan ekonomi sirkuler.

Alhasil terpilih lima inovator – Bank Sampah Bersinar (Indonesia), Kibumi (Indonesia), Plastic People (Vietnam), Envirotech Waste Recycling Inc. (Filipina) dan TerraCycle Global Foundation (Thailand) – yang bakal menerima kesempatan untuk mengembangkan kemitraan, mendapatkan mentorship, meningkatkan profil, memperluas akses ke jaringan dan mendapatkan hibah untuk mengembangkan solusi mereka.

Baca Juga: Ekonomi Sirkular, Solusi Jitu Persoalan Sampah Plastik Nasional

Para inovator ini telah diseleksi berdasarkan kontribusi mereka di salah satu area fokus, yaitu meningkatkan jumlah sampah plastik yang dikelola, diproses, dan/atau didaur ulang; mendukung peningkatan operasional dari pengelolaan sampah plastik dan daur ulang; meningkatkan kondisi kerja organisasi pengelolaan sampah dan daur ulang.

“Menghilangkan sampah plastik dari lingkungan kita adalah hal yang sangat perlu kita lakukan karena adanya dampak negatif bagi lingkungan dan ekonomi. Seiring dengan peningkatan permintaan untuk plastik daur ulang, tantangan Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge akan mendukung berbagai inovator di region ini untuk memenuhi permintaan tersebut, mengurangi sampah plastik di lingkungan, dan memutar roda ekonomi sirkuler,” demikian penjelasan Vice President Projects Alliance to End Plastic Waste Nicholas Kolesch.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com