Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam dalam webinar Penerapan Ekonomi Sirkular untuk Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia, Selasa, 28 September 2021.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam dalam webinar Penerapan Ekonomi Sirkular untuk Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia, Selasa, 28 September 2021.

Bappenas: 75% Investor Tertarik Sustainable Investing

Selasa, 28 September 2021 | 22:47 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam menyampaikan, pasar pengembangan industri hijau memiliki potensi yang sangat besar, serta menjadi daya tarik investasi terhadap industri hijau di Indonesia.

Dari hasil observasi Bappenas berdasarkan beberapa kajian yang sudah dilakukan, 75% investor mengaku tertarik pada sustainable investing dengan prinsip environment, social, governance (ESG), dengan persentase lebih tinggi pada perempuan dan milenial.

“Dari beberapa survey yang kami observasi juga, ternyata 75% investor tertarik pada sustainable investing. Ini tentunya akan memberikan transformasi yang cukup besar dari sisi benefit yang bisa dihasilkan dari investasi, terutama dalam konteks sirkular ekonomi yang dikaitkan juga dengan industri hijau,” kata Medrilzam dalam webinar “Penerapan Ekonomi Sirkular untuk Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia”, Selasa (28/9/2021).

Medrilzam menyampaikan, pelaku bisnis menjadi kunci penting dalam penerapan ekonomi sirkular. Konsep ini lebih dari sekadar pengelolaan dan daur ulang sampah, tetapi mencakup serangkapain intervensi yang luas di seluruh sektor ekonomi dengan pendekatan 5R yaitu reducereuserecycle, refurbishrenew.

Dijelaskan Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto, konsep ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai barang, material dan sumber daya selama mungkin. Saat ini sistem ekonomi Indonesia masih menggunakan pendekatan ekonomi linear yang dianggap mampu mengoptimalkan hasil dan keuntungan.

“Kerangka ekonomi linear merupakan model yang tidak berkelanjutan untuk jangka panjang, sehingga kita perlu untuk mulai beralih dari sistem linear yang menggunakan pendekatan ambil, pakai dan buang menuju ke pendekatan yang lebih berkelanjutan,” kata Rudi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN