Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indonesian Institute for Corporate Directorship

Indonesian Institute for Corporate Directorship

IICD CG Virtual Conference Kembali Digelar

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:14 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Setelah tahun sebelumnya sukses dalam penyelenggaraan acara Conference dan Award secara offline, pada tahun ini Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) kembali mengadakan CG Conference & Award yang ke-13.

Acara ini adalah rangkaian acara tahunan, ‘The 13th IICD CG Virtual Conference and Award’ yang dilaksanakan dalam dua acara secara terpisah yaitu IICD CG Virtual Conference dengan tema, “Sustainability Governance for Long – Term Value Creation” yang diselenggarakan secara online dan “The 13th IICD CG Award” yang dilaksanakan secara offline di Ballroom Financial Hall, Jakarta.

Baca juga: Menkeu Usul Subsidi Energi Ditambah Rp 74,9 Triliun

CG Virtual Conference yang diselenggarakan IICD diharapkan mampu menjadi media diskusi bagi peningkatan praktik-praktik CG ke semua perusahaan publik di Indonesia serta meningkatkan kesadaran pentingnya Environmental, Social and Governance (ESG) di kalangan emiten dan investor pasar modal. Dalam sambutannya,

Chairman IICD Sigit Pramono menyampaikan, tema IICD CG Virtual Conference tahun ini adalah ‘Sustainability Governance for Long – Term Value Creation’. CG Virtual Conference kali ini sebagai media untuk berdiskusi terkait pentingnya sustainability governance atau tata kelola yang berkelanjutan.

“Diharapkan mampu menjamin keberlanjutan bisnis dengan memastikan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku di setiap aspek operasional, menghindari konflik kepentingan dan pelanggaran etika bisnis, kejelasan lingkup pelaporan internal, kejelasan peran, kewenangan dan tanggung jawab dari setiap komponen perusahaan,” ungkapnya di sela The 13th IICD CG Virtual Conference and Award’, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Merespons Kabar Larangan Ekspor CPO bakal Dicabut, IHSG Menghijau

Dalam perkembangannya, lanjut Sigit, IICD mendukung penerapan konsep ESG di Indonesia dimana konsep tersebut pertama kali diusung oleh gerakan ‘Who Cares Wins’ dari United Nations Global Compact tahun 2004. ESG menegaskan pentingnya aspek keberlanjutan pada segala aktivitas bisnis perusahaan. Pentingnya isu-isu ESG dapat digunakan sebagai kriteria dalam mengevaluasi perusahaan, dimana mereka berinvestasi dan untuk memastikan kinerja keuangan jangka panjang.

“Terlebih lagi, para investor global saat ini menggunakan kriteria ESG untuk menghindari investasi yang beresiko. Sehingga, integrasi ESG dalam operasional dan praktik bisnis adalah jalan yang harus ditempuh,” imbuhnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ir Hoesen MM menambahkan, ESG menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. ESG menjadi tantangan bagi penciptaan prinsip keuangan berkelanjutan. OJK terus berkomitmen dalam meningkatkan pelaksanaan prinsip keuangan berkelanjutan dengan menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan.

Baca juga: Couchbase Kenalkan Server Versi 7.1 dengan Efisiensi Tinggi

“Sejalan dengan hal itu, OJK pada tahun 2017 juga telah menerbitkan POJK No. 51 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. OJK senantiasa mendukung emiten dan perusahaan publik pada indeks penguatan ESG,” tambahnya.

Dalam mendukung GCG di Indonesia, IICD bersama dengan OJK, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) serta beberapa institusi pegiat GCG menerbitkan Road Map Tata Kelola Perusahaan Indonesia serta Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan praktek-praktek Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik agar dapat bersaing di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Prof Dr Mardiasmo MBA Akt menjelaskan, peran KNKG berdasarkan keputusan Menko Perekonomian No. KEP/49/M.EKON/11/2004. Dalam kesempatan tersebut, Mardiasmo juga menyampaikan usaha KNKG dalam mendukung GCG. “KNKG dalam proses melakukan penyusunan kembali, penyempurnaan serta sosialisasi terkait regulasi untuk penerapan tata kelola perusahaan (GCG) dalam sektor korporasi dan publik di Indonesia untuk memperbaiki tingkat governansi Indonesia, baik di tingkat regional maupun internasional”, jelasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN