Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar A Climate Superpower Indonesia: Collaborative Efforts to Tackle Climate Crisis

Webinar A Climate Superpower Indonesia: Collaborative Efforts to Tackle Climate Crisis

Indonesia Berpeluang Jadi Negara Climate Superpower

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:31 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - Presiden COP26 Alok Sharma menyebut Indonesia berpeluang menjadi negara “Climate Superpower”, di mana Indonesia akan menjadi negara yang memiliki peranan sangat penting dalam penanggulangan perubahan iklim dunia. Kebijakan yang diambil Indonesia dalam upaya memerangi perubahan iklim akan berdampak besar di seluruh dunia. 

“Untuk dapat mencapai target dunia 1,5 derajat itu kita harus menurunkan 23 gigaton pada tahun 2030. Indonesia sangat strategis karena punya sumber alam yang luar biasa. Indonesia diestimasi mempunyai stok hampir 300 miliar ton karbon. Indonesia dapat menjadi solusi dan membawa ini ke Glasgow untuk menunjukkan bahwa Indonesia ready to contribute, dan dapat memberikan solusi untuk dunia yang sudah terbukti dengan tercapainya deforestasi yang rendah dalam 10 tahun terakhir,” kata Presiden Direktur PT Rimba Makmur Utama, Dharsono Hartono. 

Dalam praktiknya, potensi yang dimiliki oleh Indonesia harus dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi langkah yang strategis dalam penanggulangan perubahan iklim. Salah satu bentuk pengelolaan yang dapat dilakukan adalah menciptakan ekosistem dengan membentuk infrastruktur yang diregulasi sehingga dapat menghadirkan pasar dan perdagangan karbon yang transparan. Infrastruktur yang diregulasi juga bermanfaat dalam memberikan kesadaran tentang carbon neutrality kepada masyarakat dan para pelaku bisnis di Indonesia.

“Potensi yang dimiliki oleh Indonesia hanya akan menjadi potensi semata kalau tidak memiliki infrastruktur, yaitu pasar karbon. Misi dari pasar karbon sendiri adalah menjadi state of the art untuk  carbon awareness yang transparan dan efektif sehingga harga karbon yang terbentuk secara transparan menjadi sinyal bagi masyarakat untuk mengubah strategi investment mereka atau bagi projek-projek yang sudah ada sehingga menjadi visible secara ekonomi,” kata Board of Member Indonesia Commodities and Derivatives Exchange (ICDX), Megain Widjaja dalam Webinar “A Climate Superpower Indonesia: Collaborative Efforts to Tackle Climate Crisis” yang membahas tentang langkah strategis dan bentuk kolaborasi dari berbagai sektor dalam mewujudkan target penurunan emisi menjadi net zero.

Dengan potensi alam yang besar, Indonesia dapat mencapai net zero dengan lebih cepat karena mempunyai potensi energi terbarukan yang jauh lebih besar. Namun, tetap dibutuhkan dorongan dan upaya yang lebih besar dari sektor energi. Selain dari potensi alam seperti, lahan mangrove dan hutan tropis, Indonesia juga mempunyai sumber energi terbarukan yang dapat menjadi solusi dalam mengurangi emisi rumah kaca yang tidak mudah bagi Indonesia dan akan memakan waktu yang lama, sehingga salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berfokus pada energi terbarukan. 

“Energi terbarukan dapat memberikan manfaat lain, yaitu polusi udara dapat berkurang sehingga dapat mengurangi biaya sosial dari karbon. Selain dekarbonisasi, hal lain yang dapat dilakukan adalah transformasi industri dan menciptakan lapangan kerja. Menurut studi Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk mencapai 100% energi terbarukan dapat menciptakan 36 juta lapangan kerja baru yang mana jumlahnya jauh lebih banyak dari lapangan kerja yang hilang dari transisi fossil-based ke renewable-based,” kata Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa.

Pengadaan infrastruktur dan kolaborasi dari berbagai sektor menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai semangat positif dan ambisi untuk menjadi solusi, seperti yang dijelaskan oleh Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Indonesia, Hari Prabowo.

“Indonesia berangkat ke Glasgow dengan membawa semangat positif. Indonesia juga sudah leading by example dengan menunjukkan peningkatan ambisi. Peningkatan ambisi ini juga harus disertai dengan implementasi yang komplit, kalau tidak, hal tersebut hanya akan menjadi retorika,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN