Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres s  Foto: ESKINDER DEBEBE / UNITED NATIONS / AFP

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres s Foto: ESKINDER DEBEBE / UNITED NATIONS / AFP

PBB Khawatirkan Kegagalan COP26

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:51 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan pada Kamis (21/10), bahwa situasi iklim saat ini adalah hasil yang mengarah ke bencana. Ia juga menekankan perlunya menghindari kegagalan pada konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Perjanjian Iklim Paris 2015 yang dicapai saat konferensi tingkat tinggi (KTT) COP21 berisi seruan pembatasan pemanasan global jauh di bawah 2 derajat Celcius atau di bawah dari level pra-industri. Bahkan idealnya suhunya mendekati 1,5 derajat Celcius.

Namun prediksi PBB saat ini menunjukkan bencana akibat pemanasan sebesar 2,7 derajat Celcius akan segera terjadi. Menurut Guterres, indikasi saat ini menunjukkan jalur pemanasan berada di kisaran 2,7 C di atas level pra-industri dan ini dipastikan mengarah bencana.

“Polusi karbon dari segelintir negara telah membuat umat manusia bertekuk lutut dan mereka menanggung tanggung jawab yang terbesar. Saya harap kita masih tepat waktu untuk menghindari kegagalan di Glasgow. Tetapi waktu semakin singkat dan semuanya semakin sulit. Itulah mengapa saya sangat sangat khawatir. Saya khawatir ada yang salah,” ungkap Guterres dalam konferensi pers virtual dengan negara-negara anggota proyek internasional Covering Climate Now, yang dikutip AFP.

Dia menambahkan, para pemimpin Negara dari kelompok G-20 akan bertemu di Roma, Italia dan mereka mengetahui bila negaranya bertanggung jawab atas empat dari lima polusi karbon yang melanda planet ini.

“Jika mereka tidak berjuang maka kita menuju ke penderitaan manusia yang mengerikan,” tuturnya.

Pemerintah Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) harus melakukan lebih dari apa yang telah diumumkan sejauh ini. KTT Iklim yang diadakan antara 31 Oktober dan 12 November di Glasgow dipandang sebagai langkah penting dalam pengaturan target emisi di seluruh dunia guna memperlambat pemanasan global.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN