Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anak usaha PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang bergerak di usaha pengembangan daur ulang kertas, PT Eco Paper Indonesia (ECO).

Anak usaha PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang bergerak di usaha pengembangan daur ulang kertas, PT Eco Paper Indonesia (ECO).

Perbesar Produk Kertas Daur Ulang, Alkindo Naratama Terima Pembiayaan Hijau Rp 472 M  

Jumat, 24 Juni 2022 | 16:23 WIB
Muhamad Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id  - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) melalui anak usahanya yakni PT Eco Paper Indonesia (ECO) menerima fasilitas pembiayaan sebesar Rp 472 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dana itu akan digunakan oleh perseroan untuk  mendukung engembangan dan produksi daur ulang kertas.

Direktur Utama Alkindo Naratama H Sutanto menjelaskan, kerja sama pembiayaan hijau dari BCA tersebut merupakan sebagai bentuk dukungan usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari ECO. Pendanaan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis ECO yang bergerak pada produksi daur ulang kertas. “Pembiayaan hijau ini juga merupakan sebuah kepercayaan terhadap komitmen ALDO dalam pengembangan green product dan green process pada bisnisnya,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/6/22).

Advertisement

Ia menambahkan, pembiayaan yang dilakukan melalui penandatanganan perjanjian dan kesepakatan bersama pada akhir tahun lalu ini diharapkan dapat memperkuat usaha kami dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia. Adapun BCA dan ECO juga tengah menjajaki kemungkinan kerjasama lanjutan dalam pembiayaan hijau lainnya. “Maka kami akan terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan Perusahaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi ECO untuk memproduksi berbagai macam produk kertas konversi dengan konsep ramah lingkungan. Inisiatif tersebut menjadikan kertas daur ulang menjadi bernilai untuk digunakan menjadi berbagai macam produk. “Kertas coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board adalah produk utama dari ECO yang menjadi bahan baku bagi industri kertas konversi,” kata dia.

Hasil produksi anak usaha  PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO),  PT Eco Paper Indonesia (ECO)  yang bergerak di pengembangan dan produksi daur ulang kertas.
Hasil produksi anak usaha PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), PT Eco Paper Indonesia (ECO) yang bergerak di pengembangan dan produksi daur ulang kertas.

ECO sebagai produsen kertas daur ulang telah berhasil memperoleh sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sertifikasi FSC ialah sertifikasi yang menyatakan bahwa produk yang digunakan berasal dari hutan dengan pengelolaan yang baik dan memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi. Oleh karena itu, hal ini juga selaras dengan kerja sama BCA dan ECO untuk bisnis berkelanjutan melalui pembiayaan hijau.

“Adanya dukungan pembiayaan hijau ini tentu menjadi kesempatan kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis ALDO khususnya untuk pertumbuhan ekonomi sirkular di Tanah Air. Adanya paper bag dan paper box ini merupakan upaya kami untuk mendorong penggunaan produk-produk ramah lingkungan,” jelas Sutanto. 

Baru-baru ini, ALDO juga meluncurkan produk kemasan kertas coklat yang ramah lingkungan, yakni Hexa Wrap. Inovasi produk berkelanjutan Hexa Wrap ini merupakan pengganti gelembung plastik (bubble wrap) yang pertama di Indonesia yang terbuat dari kertas coklat (recycled paper) berbentuk struktur sarang lebah. Tujuannya adalah untuk mengurangi sampah plastik di industri e-commerce.

Sementara itu, hingga kuartal I-2022 ALDO meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 70,8% secara tahunan. Pada Kuartal I-2022 ALDO juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 407,3 miliar atau naik 19,6%. Hal ini didorong oleh berbagai inovasi berkelanjutan ALDO.

“Ke depan kami berharap dapat terus meningkatkan kinerja kami yang didukung oleh berbagai strategi bisnis berkelanjutan ALDO. Serta, diiringi dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti adanya pembiayaan hijau dari BCA ini, kami optimis dapat terus berkomitmen dalam ESG dan memberikan kinerja yang terbaik,” pungkas Sutanto.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN