Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa berpidato di Sidang Umum PBB sesi ke-76 di New York, AS, pada 22 September 2021. Foto: AFP

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa berpidato di Sidang Umum PBB sesi ke-76 di New York, AS, pada 22 September 2021. Foto: AFP

Sri Lanka Kampanyekan Solusi Energi Berkelanjutan bagi Bumi dan Manusia

Minggu, 26 September 2021 | 17:29 WIB
Unggul Wirawan

KOLOMBO, investor.id  - Pemerintah Sri Langka mengkampanyekan solusi energi berkelanjutan yang penting bagi planet bumi dan manusia, termasuk di dalamnya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Menurut pernyataan Kantor Kepresidenan Sri Lanka --seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (25/9/2021)-- Presiden Gotabaya Rajapaksa mengungkapkan pandangan tersebut saat berbicara di Dialog Tingkat Tinggi PBB tentang Energi pada Jumat (24/9).

Dalam dialog bertema "memastikan setiap orang memiliki akses ke energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan” tersebut, Rajapaksa mengatakan komunitas global harus memberikan prioritas tertinggi untuk menjaga kesehatan planet ini sekaligus memenuhi kebutuhan manusia.

“Ancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap planet ini tidak dapat lagi diabaikan. Transisi ke energi yang lebih bersih secara global sangat penting jika kita ingin mengurangi ancaman ini dalam beberapa dekade mendatang, saya meminta negara-negara yang memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan negara saat mereka mencoba transisi ini ke pembangkit dan penggunaan energi yang lebih berkelanjutan," papar Rajapaksa.

Presiden mengatakan pengembangan energi berkelanjutan terus menjadi prioritas tinggi bagi Sri Lanka. Negera itu menargetkan 70% kebutuhan energi negara itu diperoleh melalui sumber-sumber terbarukan pada 2030.

Rajapaksa mengatakan pemerintah Sri Lanka telah membuat rencana untuk beralih dari bahan bakar fosil, mempromosikan de-karbonisasi, dan menjadikan Sri Lanka negara netral karbon pada tahun 2050.

Rajapaksa mengatakan komitmen Sri Lanka untuk tidak membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru tercermin dalam Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional untuk Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim, dan menambahkan bahwa Sri Lanka senang menjadi pemimpin bersama dari Energy Compact for No New Coal Power.

"Sri Lanka mendorong pengusaha, usaha kecil, dan organisasi masyarakat untuk berinvestasi dalam 7.000 proyek surya skala kecil di seluruh negeri," kata presiden, seraya menambahkan bahwa pembangkit listrik tenaga angin terbesar di negara itu juga baru-baru ini diresmikan.

Rajapaksa juga mengatakan Sri Lanka lebih lanjut menyambut investasi skala besar dalam energi terbarukan, terutama di bidang surya, angin dan biomassa, selama beberapa dekade mendatang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN