Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hutan mangrove di Denpasar, Bali. Foto ilustrasi: denpasarkota.go.id

Hutan mangrove di Denpasar, Bali. Foto ilustrasi: denpasarkota.go.id

Tiga Aspek Ini Tentukan Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:44 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id-Keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat diharapkan karena peran mangrove yang besar dalam pengendalian perubahan iklim melalui kemampuannya menyimpan dan menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan. Terdapat tiga aspek yang menentukan keberhasilan rehabilitasi mangrove, yakni kawasan, kelembagaan, serta teknologi dan pendampingan, hal inilah yang betul-betul tengah dijalankan Pemerintah Indonesia.

Terdapat tiga aspek yang paling tidak harus digarap agar program rehabilitasi mangrove dapat terlaksana dengan baik. Pertama, pengelolaan terhadap aspek kawasan, yaitu  menyelesaikan info terkait lokasi lahan rehabilitasi ekosistem mangrove yang akan dikerjakan di seluruh Indonesia. Keragaman lokasi dan karakteristik tempat rehabilitasi mangrove, seperti di wilayah terabrasi, bekas-bekas lahan tambak, dan lain-lain termasuk wilayah perbatasan negara, harus didekati dengan mempertimbangkan aspek fisik, biologi, dan sosial yang sangat beragam tersebut.

Kedua, aspek kelembagaan, yakni rehabilitasi mangrove harus dibuat sedemikian rupa bagaimana melibatkan masyarakat termasuk pada mengedepankan peran serta masyarakat setempat yang hidup dan kehidupannya sangat tergantung dari keberadaan ekosistem mangrove, antara lain melalui pengembangan pariwisata, budidaya ikan tangkap, dan lain sebagainya. Ketiga, aspek teknologi, pendampingan, dan lain sebagainya, yang dilaksanakan dalam rangka menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan hasil rehabilitasi mangrove.

Plt Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PDASRH KLHK) Helmi Basalamah menyebutkan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) hutan mangrove merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan. “Pemerintah secara konsisten terus mendorong upaya-upaya rehabilitasi ekosistem mangrove dengan melibatkan semua pihak yang terkait, tarutama masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia," ujar dia dalam keterangan KLHK.

Kegiatan RHL mangrove menjadi salah satu kegiatan prioritas pemerintah saat ini dengan tujuan meningkatkan tutupan hutan dan lahan serta perbaikan kualitas lingkungan, namun dengan tetap dapat meningkatkan nilai ekonomi dan  kesejahteraan bagi masyarakat, serta meningkatkan kestabilan bentang alam yang berperan penting dalam geostrategi, geopolitik dan geoekonomi nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove nasional seluas 600 ribu hektare (ha) di sembilan provinsi prioritas sampai 2024 yang dilaksanakan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama KLHK.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN