Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat Citilink di Bandara Soekarno Hatta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Pesawat Citilink di Bandara Soekarno Hatta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

1 Juli, Maskapai LCC Harus Turunkan Tarif

Triyan Pangastuti, Rabu, 26 Juni 2019 | 13:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) harus menurunkan harga tiket pada 1 Juli mendatang. Maskapai harus menyediakan tarif yang lebih rendah untuk jadwal penerbangan tertentu.

Kendati demikian, Darmin menuturkan, kebijakan penurunan tarif tiket pesawat tersebut tidak hanya melibatkan maskapai, namun juga pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, serta PT Pertamina selaku pemasok bahan bakar avtur. Seluruh pihak terkait itu harus melakukan efisiensi untuk bisa mengurangi ongkos yang menjadi bagian dari komponen tarif tiket pesawat.

Darmin Nasution. Foto: IST
Darmin Nasution. Foto: IST

 

"Memang masing-masing sedang menghitung, karena ini kan tidak hanya satu pihak saja. Angkasa Pura (I dan II) berapa pikul bebannya, Pertamina berapa, kemudian maskapai berapa? Mereka masih harus menghitung lagi dan memang waktunya diberikan sampai akhir minggu ini kan," kata Darmin saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Menurut dia, semua pihak yang terlibat dalam pembentukan struktur biaya penerbangan harus menyelesaikan perhitungan ulang pada pekan ini. Kendati demikian, dia menilai bahwa kenaikan harga tiket pesawat bukan disebabkan adanya kartel pesawat. Sebaliknya, hal itu lebih dikarenakan pihak maskapai sudah selama empat tahun terakhir ini tidak menaikkan harga tiket, karena saat itu terjadi persaingan untuk memperebutkan pangsa pasar.

“Kartel tiket pesawat, janganlah begitu melihatnya, sebenarnya yang terjadi di kita soal tiket pesawat, itu karena terlalu lama, empat tahun, enggak ada yang naikkin. Tiba-tiba setelah pangsa pasar mulai masing-masing merasa cukup, akhirnya (maskapai) menaikkan harga dengan menyesuaikannya dalam jumlah besar,” tutur dia.

Untuk membantu efisiensi biaya maskapai, sebelumnya pemerintah juga menyatakan tengah menyiapkan kebijakan pemberian insentif fiskal atas jasa persewaan, perawatan, dan perbaikan pesawat udara; jasa persewaan pesawat udara dari luar daerah pabean; serta impor dan penyerahan atas pesawat udara dan suku cadangnya.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA