Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Prudential Indonesia Belum Kerja Sama Koordinasi Manfaat CoB

Rabu, 10 Desember 2014 | 08:31 WIB
ah

JAKARTA-PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sampai saat ini belum tertarik untuk menandatangani kerja sama koordinasi manfaat (coordination of benefit/CoB) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Belum, tetapi rapat-rapat dan pertemuan dengan BPJS Kesehatan sudah dilakukan," kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar menjawab pers di sela penjelasan soal program tanggung jawab sosial perusahaan "Sejuta Hati untuk Sejuta Mimpi" di Jakarta, Selasa.

Penegasan itu terkait telah bergabungnya puluhan perusahaan asuransi swasta dengan BPJS Kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan, sebelum seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) diwajibkan untuk mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2015.

Menurut Rinaldi, koordinasi manfaat antara asuransi sosial dengan komersial, bukan perkara yang mudah karena karakteristik produk dan layanannya berbeda. "Jadi, tidak bisa disamaratakan dan setiap nasabah asuransi komersial memiliki keterbatasan dan kelebihan sesuai produk yang dibeli," katanya.

Selain itu, lanjutnya, faktor kesiapan pihak rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS juga perlu dipertimbangkan, antara lain terkait kecepatan layanan, mekanisme dan lainnya. "Apalagi, selama ini patokan besarnya pencairan klaim pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan tidak rinci," katanya.

Oleh karena itu, katanya, dia berharap makin banyak rumah sakit "besar" dan swasta lainnya bergabung dengan BPJS sehingga pelayanan BPJS Kesehatan makin hari makin baik.

Ditanya, kapan Prudential siap bergabung dengan BPJS Kesehatan, Rinaldi memperkirakan lebih cepat dari dua atau tiga tahun mendatang. "Saya berharap lebih cepat dari itu," katanya.

Dia juga menambahkan, selama ini pelayanan Prudential terhadap para nasabahnya adalah siap setiap saat untuk mengeluarkan koordinasi manfaat.

"Praktik koordinasi manfaat oleh Prudential terhadap para nasabahnya sudah berjalan. Selisih biaya yang belum ditanggung oleh Prudential karena keterbatasan produk yang dimiliki nasabah, selama ini sudah dipenuhi oleh pihak lain (asuransi lain)," katanya.

Direktur BPJS Kesehatan Fajriadinur sebelumnya menyebut, hingga saat ini puluhan perusahaan asuransi swasta yang melakukan penandatanganan kerja sama koordinasi manfaat seperti PT Avrist Assurance, PT Arthagraha General Insurance, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya, dan PT Asuransi Takaful Keluarga.

Kemudian PT Asuransi Bina Dana Arta, PT Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Tugu Pratama Indonesia, dan PT Asuransi Multi Artha Guna.

Selain itu, PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Mitra Maparya, PT Asuransi Tugu Mandiri, PT Asuransi AXA Mandiri Financial Service, PT Lippo Insurance, serta PT Asuransi AXA Financial Indonesia.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur menambahkan, BPJS Kesehatan sendiri telah menandatangani MoU dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta membuat model kerja sama mengenai mekanisme COB ini.

"Template atau model ini sudah dikirimkan kepada asuransi komersial untuk dipelajari. Kalau tertarik, mereka bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan ini sebetulnya bisa menjadi peluang yang bagus bagi asuransi komersial," katanya.

Literasi keuangan Terkait dengan program tanggung jawab sosial perusahaan Prudential Indonesia, Rinaldi menyebut, perseroan menganggarkan satu persen dari nilai profit per tahunnya untuk program tanggung jawab sosial perusahaan.

Khusus untuk Program "Sejuta Hati untuk Sejuta Mimpi", katanya, terdiri dari 15 inisiatif yang berbeda seperti edukasi, inisiatif anak-anak dan kesiapsiagaan serta tanggap bencana.

Sejak program diluncurkan pada 2012 hingga November 2014, sebanyak 1.074.104 warga Indonesia telah dijangkau oleh salah satu program tanggung jawab sosial Prudential.

"Kemudian pada 2013, kami juga meningkatkan komitmen untuk program ini, dengan berinvestasi 10 juta dolar AS pada program-program pengembangan literasi keuangan untuk 3,5 tahun ke depan," katanya.

Salah satu contoh programnya, tambah Rinaldi, adalah berfokus pada edukasi wanita dan usaha kecil menengah dan telah menjangkau lebih dari 19.000 wanita dan mendukung lebih dari 77.000 anggota kelompok usaha kecil menengah.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN