Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

118 Juta Orang Termiskin Terima Dana Rp72 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:56 WIB
Fajar Widhiyanto

Setidaknya sejak pandemi Covid 19 merebak pada Maret silam, hingga awal Agustus 2020, pemerintah telah mencairkan bantuan tunai maupun non tunai kepada 118 juta orang termiskin dengan nilai bantuan sebesar Rp72 triliun.

Disampaikan Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Nasional Budi Gunadi Sadikin, penyaluran bantuan tersebut dilakukan lewat tiga program yang memang ditujukan untuk membantu kalangan ekonomi marginal di dalam negeri yang makin terpuruk akibat pandemi, plus untuk mengakselerasi daya serap anggaran yang telah dialokasikan pemerintah untuk perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, dukungan apda program pemerintah daerah dan kementerian, serta dukungan bagi korporasi untuk tetap bisa beroperasi dan memayar gaji karyawannya.

“Sudah ada anggaran sebesar Rp695 trililun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, yang difokuskan pada sektor kesehatan serta insentif perpajakan. Namun kami di luar dari anggaran tersebut,” kata Budi dalam kesempatan diskusi webinar yang digelar Forum Merdeka Barat 9 secara webinar, Sabtu (15/8). Kami fokus pada program-program besar yang telah memiliki pagu anggaran yang besar agar memiliki daya serap yang tinggi,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN tersebut.

Dipaparkan mantan Dirut Inalum ini, program-program berpagu anggaran tinggi dan dengah didorong implementasinya demi perlindungan sosial masyarakat antara lain adalah Program Keluarga Harapan (KH). Lewat program Keluarga Harapan, lanjutnya, pemerintah telah mencairkan dana bantuan sebesar Rp27 triliun, dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp37,4 triliun.

“Program Keluarga Harapan ini ditujukan bagi 10 juta keluarga termiskin Indonesia, atau bisa diartikan dengan 40 juta penduduk termiskin di Indonesia yang merupakan 20% dari penduduk. Bantuan diberikan dalam bentuk dana tunai sebesar Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan,” kata Budi.

Berikutnya adalah bantuan lewat program Kartu Sembako, yang ditujukan kepada 20 juta keluarga termisikin atau bisa diartikan dengan 80 juta penduduk termiskin. Pagu anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah untuk program ini adalah Rp 43,6 triliun, dan hingga awal Agustus telah dicairkan sebesar Rp26 triliun.

“Apakah kelompok ini termasuk 20 juta penduduk yang menerima bantuan Keluarga Harapan? Ya bisa masuk. Mereka termasuk dalam keluarga termiskin di Indonesia, jadi tak ada salahnya jika mereka mendapatkan dua kali bantuan,” ujarnya.

Program berikutnya yang didorong implementasinya adalah program Bantuan Sosial Tunai dan Non tunai, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp39,2 triliun, Budi menyebut telah terealisasi sebesar 49% atau sebesar Rp19 triliun, yang diberikan kepada 10,9 juta keluarga yang terpengaruh pandemi.

“Jika ada pertanyaan potensi terjadi overlap, ya bisa saja. Tapi mereka ini kan orang miskin juga,” imbuhnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN