Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

12 BUMN Terdampak Covid Dapat Suntikan Dana Rp 52,57 Triliun

Trian pangastuti, Rabu, 3 Juni 2020 | 17:19 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah menggelontorkan dana tambahan sebesar Rp 52,57 triliun kepada 12 badan usaha milik negara (BUMN) yang terdampak Covid-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Perusahaan pelat merah yang dapat suntikan dana tersebut di antaranya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN, Bulog, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Suntikan dana PEN diprioritaskan bagi perusahaan BUMN yang memengaruhi hajat hidup orang banyak, memiliki exposure besar terhadap sistem keuangan, serta dimiliki pemerintah dengan total aset besar,” kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai rapat terbatas virtual di Jakarta, Rabu (3/6).

Menkeu menjelaskan, dukungan dana tersebut diberikan melalui berbagai skema, seperti dana talangan, subsidi, penyertaan modal negara (PMN), dan pembayaran piutang pemerintah yang belum dibayarkan.

PLN, misalnya, mendapat insentif karena pemerintah memperpanjang pemberian diskon listrik hingga enam bulan mendatang. "PLN akan mendapatkan tambahan untuk subsidi diskon listrik yang diperpanjang, PMN, dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah yang akan dibayarkan sebesar Rp 45,4 triliun," papar dia.

Pemerintah, menurut Sri Mulyani, juga menaikkan PMN untuk PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 7,5 triliun dari sebelumnya Rp 3,5 triliun. Alhasil, total modal negara yang bakal diterima perusahaan tersebut mencapai Rp 11 triliun.

“Kenaikan PMN Hutama Karya diperuntukkan bagi penyelesaian proyek jalan tol di Sumatera,” tutur Sri Mulyani.

Menkeu mengungkapkan, PT KAI juga akan mendapatkan dana talangan sebesar Rp 3,5 triliun. Selain itu, pemerintah akan menyuntikkan PMN kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI sebesar Rp 6 triliun.

“Untuk Bahana, yang menangani Jamkrindo dan Askrindo, akan mendapatkan PMN sebesar Rp 6 triliun dalam rangka penjaminan kredit modal kerja darurat serta PMN nontunai sebesar Rp 268 miliar,” ujar dia.

BUMN lainnya yang mendapatkan dana talangan pinjaman modal kerja, kata Menkeu, di antaranya PT Perkebunan Nusantara (Persero)/PTPN. Kendati begitu, ia enggan menjelaskan jumlah dananya.

Menkeu menambahkan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM yang menjalankan program ultra mikro akan mendapatkan tambahan suntikan PMN sebesar Rp 2,5 triliun dari sebelumnya Rp 1,5 triliun.

"Ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas PMN dalam memberikan dukungan kepada usaha ultra mikro di bawah Rp 10 juta," ucap dia.

Garuda  dan KS

Di sisi lain, menurut Sri Mulyani, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp 650 miliar bagi Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Sedangkan PT Pertamina (Persero) bakal mendapatkan pembayaran biaya kompensasi yang nilainya belum disebutkan.

Kecuali itu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ITDC bakal mendapat dukungan dana Rp 500 mililar. Adapun Perum Bulog yang mendukung operasi bantuan sosial (bansos) bakal mendapatkan Rp 10,5 triliun.

“Jadi, program pemulihan ekonomi melalui 12 BUMN totalnya mencapai Rp 52,57 triliun, baik dari sisi subsidi, penyaluran bansos, PMN, maupun dana talangan,” ujar Menkeu.

Sri Mulyani juga belum merinci dana talangan untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel (KS). “Ada dua BUMN yang nanti disampaikan Menteri BUMN (Erick Thohir) terkait Garuda dan KS yang mendapat dana talangan. Menteri BUMN masih akan melakukan lagi skema paling baik untuk mendukung kedua BUMN tersebut,” tutur dia.

Menkeu menegaskan, sebelum memberikan dan merencanakan dukungan bagi BUMN yang terdampak Covid-19, pihaknya telah berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menter BUMN Erick Thohir, dan kementerian/lembaga (K/L) lain.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN