Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

15 Juta Bulk Vaksin akan Didatangkan Bulan Ini

Minggu, 13 Desember 2020 | 10:45 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id  – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada bulan ini Indonesia akan kembali mendatangkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk.

Sebelumnya, Minggu (6/12) pemerintah juga sudah mendatangkan vaksin Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Vaksin Sinovac ini masih membutuhkan persetujuan emergency use authorization (EUA) dari BPOM baru bisa didistribusikan.

“Impelementasi program vaksinasi semakin memunculkan optimisme baru, telah tibanya 1,2 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan 15 juta bentuk bahan vaksin masuk Desember,” tuturnya dalam diskusi pemulihan ekonomi nasional, Jumat (11/12).

Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah juga akan kembali mendatangkan vaksin sebanyak 1,8 juta dosis vaksin, yang akan dilakukan secara bertahap pada Januari 2021.

Ia menegaskan, meskipun vaksinasi akan dilakukan, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat yakni 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Mural Dukungan Masyarakat terhadap Tenaga Medis. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Mural Dukungan Masyarakat terhadap Tenaga Medis. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Adapun kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, namun tingkat kesembuhannya berada di level 82,91% sudah lebih tinggi dari rata-rata tingkat kesembuhan global. Sehingga menjadi sinyal positif di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Melalui vaksin ini, diharapkan dapat menjadi pendorong terjadinya pemulihan ekonomi nasional secara penuh, sehingga berimplikasi terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk melakukan konsumsi,”tuturnya.

Di sisi lain, ia meyakini tren pemulihan ekonomi nasional akan terus berlanjut pada 2021. Pasalnya, tanda-tanda tren pemulihan ekonomi nasio nal mulai terjadi di kuartal III dengan kontraksi yang lebih kecil menjadi -3,49% dibandingkan kontraksi kuartal II yaitu -5,32%. Hal ini didukung oleh tren perbaikan konsumsi domestik dan tingkat inflasi dengan fondasi ekonomi berupa sisi permintaan yang semakin kuat.

Vaksin disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden
Vaksin disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden

“Keyakinan konsumen yang membaik memicu aktivitas produksi domestik sektor pertanian, jasa pendidikan, teknologi informasi kesehatan, dan kegiatan sosial berhasil bertahan dan catatkan pertumbuhan positif pada kuartal III-2020,”- tuturnya.

Sementara itu, geliat aktivitas manufaktur domestik pun mulai meningkat ke level ekspansif yakni 50,6. Peningkatan ini terdorong peningkatan utilisasi industri dalam negeri dan meningkatnya aktivitas manufaktur.

“Perbaikan pemulihan manufaktur juga terlihat di berbagai negara lain termasuk Negara maju dan salah satu pendorong Cina mitra utama Indonesia. Di Indonesia dibuktikan dengan PMI indeks capai 50,6 dan sisi eksternal surplus neraca da gang berlanjut Oktober,”tuturnya.

Airlangga mengatakan surplus neraca dagang sebesar US$ 964 juta atau 0,36% terhadap produk domestik bruto (PDB) juga berdampak positif terhadap transaksi berjalan Indonesia dalam posisi surplus dalam satu dekade terakhir.

“ Pencapaian positif ini mencerminkan ketahanan sektor eksternal kita yang masih kuat dan optimisme prospek perekonomian ke depan,”tuturnya.

Potensi Vaksin

Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA
Budi Gunadi Sadikin. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Wakil Menteri BUMN I sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah me mesan sebanyak 155,5 juta dosis vaksin, meliputi vaksin Sinovac sebanyak 125,5 juta dosis dan vaksin Novavax 30 juta dosis.

Adapun dalam bahan paparannya pemerintah mempunyai potensi pengadaan vaksin sebanyak 116 juta dosis. Terdiri dari vaksin Pfizer dengan potensi sebanyak 50 juta dosis, Astra- Zeneca 50 juta dosis, dan Covax atau Gavi 16 juta dosis.

“Sehingga totalnya firm order dan potensi yang sudah kami persiapkan untuk tahun depan sudah ada 271 juta dosis vaksin, ini sedikit di atas 246 juta dosis vaksin yang dibutuhkan,”tuturnya.

Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang logo Pfizer dan BioNTech, pada 23 November 2020. ( Foto: Joel Saget / AFP  )
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang logo Pfizer dan BioNTech, pada 23 November 2020. ( Foto: Joel Saget / AFP )

Ia mengatakan, semua produsen vaksin sudah masuk dalam daftar vaksin di WHO, bahkan ada yang sudah masuk tahap uji klinis III. Sementara itu beberapa diantara vaksin tersebut sudah mencapai tahap akhir emergency use authorization (EUA) alias izin darurat penggunaan vaksin.

“Contoh, Pfizer sudah diberikan EUA oleh MHRA, ini adalah BPOM nya London, Pfizer sendiri rencananya tanggal 10 ada rapat di FDA (BPOM AS) untuk membahas EUA Pfizer di AS,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN