Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wimboh Santoso. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Wimboh Santoso. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

SASAR FREEPORT DAN PESERTA TAX AMNESTY

OJK Siapkan Insentif, Dorong IPO Korporasi

Senin, 24 Juni 2019 | 14:17 WIB
Nida Sahara dan Ester Nuky

JAKARTA, investor.id -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan insentif untuk mendorong PT Freeport Indonesia, kelompok usaha keluarga Sukanto Tanoto, dan korporasi lain melantai di Bursa Efek Indonesia. Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan-perusahaan besar itu diharapkan mendongkrak kapitalisasi pasar bursa, sehingga bisa lebih mendorong investor global masuk.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai ada potensi besar dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk ditarik masuk ke pasar modal Indonesia, yang selanjutnya bisa mendukung peningkatan investasi, ekspor, pemerataan pendapatan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional. “Ini juga OJK menyasar peserta tax amnesty (pengampunan pajak) dan pembayar pajak terbesar untuk bisa masuk bursa Indonesia. Perusahaan besar tersebut bisa menggerakkan ekonomi, kami bisa beri insentif (untuk masuk pasar modal)," kata Wimboh di Jakarta, akhir pekan lalu.

Minat IPO Tetap Tinggi
Minat IPO Tetap Tinggi

 

Wimboh tidak menjelaskan lebih lanjut insentif apa yang akan diberikan kepada korporasi tersebut untuk melakukan IPO saham maupun menerbitkan obligasi. Ia hanya memaparkan upaya membawa perusahaan besar masuk ke BEI masih terkendala tingginya yield obligasi, yang membuat korporasi lebih memilih mencari dana dari kredit bank yang saat ini tren suku bunganya menurun.

"Tinggal kita tunggu yield-nya supaya bisa lebih rendah. Karena, korporasi kini pasti lebih pilih kredit yang bunganya akan lebih rendah ke depan. Bank Indonesia juga akan menurunkan suku bunga acuannya, tinggal menunggu waktu (realisasinya)," papar Wimboh.

Analis Alfred Nainggolan. Foto: twitter
Analis Alfred Nainggolan. Foto: twitter

 

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia -- yang kini saham terbesarnya dikuasai pemerintah Indonesia -- memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke pasar modal dalam negeri. “Apalagi, saat ini, pemerintah Indonesia menjadi pemegang saham Freeport, sehingga tidak ada kendala berarti. Ini sangat tergantung pada willingness dari pemerintah agar Freeport bisa IPO,” paparnya.

Saat ini, PT Freeport Indonesia yang memiliki cadangan emas terbesar di dunia dalam satu penambangan ini merupakan penyumbang utama keuntungan Freeport-McMoRan Inc asal Amerika Serikat. Namun, Freeport-McMoRan hanya go public di bursa Amerika Serikat.

Baca selanjutnya di https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN