Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemenperin terus memfasilitasi penciptaan SDM industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja melalui program vokasi. Foto:Kemenperin

Kemenperin terus memfasilitasi penciptaan SDM industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja melalui program vokasi. Foto:Kemenperin

Kemenperin Cetak SDM Unggul Melalui Pendidikan Vokasi

Rabu, 2 Oktober 2019 | 09:18 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memfasilitasi penciptaan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Salah satu upaya strategisnya adalah mencetak SDM industri unggul melalui unit-unit pendidikan vokasi yang dimiliki oleh Kemenperin, seperti SMK SMAK Padang dan SMK SMTI Padang.

“Kedua sekolah vokasi kami di Padang telah dikenal mempunyai kualitas yang sangat baik, sehingga mayoritas lulusannya langsung kerja, dengan persentase 70%-90%,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SA Cahyanto di Jakarta, Selasa (1/10).

Advertisement

Pada akhir pekan lalu, Kepala BPSDMI menyaksikan wisuda sebanyak 374 lulusan, yang terdiri dari 182 lulusan SMK SMAK Padang dan 192 lulusan SMK SMTI Padang. “SMK SMAK Padang sebagai pencetak analis kimia ini mampu menunjukkan reputasi yang sangat baik. Selain memiliki fasilitas yang memadai, terlihat juga semangat untuk menyiapkan tenaga industri yang kompeten,” tutur dia.

Apalagi, dia menegaskan, pemerintah saat ini fokus dalam upaya menumbuhkan industri kimia di dalam negeri. Sebab, sektor ini berperan penting dalam memasok kebutuhan bahan baku bagi sektor manufakturnya lainnya seperti industri plastik dan industri tekstil.

“Berdasarkan, peta jalan Making Indonesia 4.0, industri kimia adalah satu dari lima sektor manufaktur yang mendapatkan prioritas pengembangan agar bisa mengimplementasikan industri 4.0. Agar sektor tersebut bisa berdaya saing global, tentunya membutuhkan SDM industri yang andal,” papar Eko.

Lulusan SMK Kemenperin, demikian Eko, tidak hanya jago kandang saja, tetapi juga siap berkompetisi di tingkat internasional karena kami memfasilitasi pemberian Sertifikat Internasional kepada mereka. Seperti pada wisuda kemarin, sebanyak 98 orang lulusan SMK SMTI Padang mendapatkan sertifikasi internasional.

Sertifikasi itu antara lain diberikan kepada 49 orang bidang kimia industri dan 49 orang bidang HSEQ (Health Safety Environment Quality) dari VAPRO Internasional, serta 85 orang lulusan SMAK Padang bidang Kimia Analisis (Certificate III in laboratory skills) dari Hobart Laboratory, Australia.

“Sementara itu, SMK SMTI juga menyiapkan tenaga terampil yang punya kompetensi di dunia industri, khususnya kimia industri dengan spesialisasi teknologi pengolahan minyak kelapa dan minyak atsiri. Jadi, lulusan SMTI siap menjadi tenaga kerja tingkat menengah dalam bidang industri kimia dan juga bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi,” imbuh dia.

Kepala BSDMI menegaskan, unit pendidikan vokasi industri milik Kemenperin, baik itu SMK maupun Politeknik, saat ini telah diakui dan dijadikan role model dalam pengembangan pendidikan vokasi industri secara nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan vokasi yang diselenggarakan oleh SMK dan Politeknik Kemenperin benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri, sehingga dapat menghasilkan SDM industri yang kompeten dan unggul.

“Keunggulan lulusan SMK Kemenperin di Padang ini didukung oleh komitmen manajemen sekolah dalam menerapkan pendidikan sistem ganda (dual system) model Eropa secara bertahap dan konsisten yang bekerjasama dengan industri pengguna lulusan dengan integrasi pembelajaran 50:50 antara sekolah dan industri. Selain itu, dukungan penuh pemerintah daerah termasuk dinas-dinas terkait menjadi pembakar semangat SMK Kemenperin untuk go international,” ungkap dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN