Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

SYL: Impor Opsi Paling Akhir Penuhi Kebutuhan Pangan

Kamis, 21 November 2019 | 12:46 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) tidak menolak impor pangan namun kebijakan impor bukanlah merupakan pilihan utama. Hal utama yang dikejar Kementan adalah produksi dalam negeri sehingga petani lebih sejahtera.

“Saya tidak melarang impor tetapi impor itu opsi paling terakhir, kami juga tidak munafik jika kebutuhan dalam negeri melonjak dan produksi tidak mencukupi pasti akan impor juga,” ujar Syahrul yang akrab disapa Mentan SYL kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/11).

Advertisement

Mentan SYL mengatakan, Indonesia harus tetap konsisten mewujudkan kedaulatan pangan agar masyarakat dan petani sejahtera. Kedaulatan pangan masuk dalam program prioritas utamanya hingga lima tahun ke depan selain memperbaiki data pangan.

Data pangan dan kedaulatan pangan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, kedaulatan pangan akan terwujud jika data pangannya satu dan tidak bercabang-cabang.

“Kedaulatan pangan juga akan terwujud jika produksi dalam negeri ditingkatkan dan impor menjadi opsi kedua,” ungkap SYL.

Menurut SYL, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari Sabang sampai Merauke, sektor pertanian tidak bisa dilihat dari satu sisi atau sudut lain. Pembangunan pertanian itu cakupannya sangat luas dan dibutuhkan konsep yang komprehensif dan menyeluruh untuk mewujudkannya di semua wilayah. Karena itu, dukungan media juga sangat penting untuk mendukung sektor pertanian melalui pemberitaan yang positif dan tidak mengadu domba.

“Saya tegaskan bahwa kedaulatan pangan tanpa impor bukanlah sesuatu yang mustahil, tentunya dengan komitmen yang tinggi pasti akan terwujud,” jelas dia.

Terkait impor, Kementan sebagai pemerintah juga harus berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk pengusaha dan petani karena semuanya satu kesatuan dan tidak boleh mengutamakan ego masing-masing. Banyak negara yang juga melakukan impor karena permintaan tinggi dan impor tidak dilarang tetapi hanya dijadikan alternatif kedua.

“Indonesia juga akan menerapkan impor menjadi pilihan kedua dan Kementan akan terus menjaga kestabilan dan keamanan pangan. Prioritas utama Kementan adalah membuat petani berdaya saing dan mulai mengajarkan kemajuan teknologi kepada petani terutama dalam menggunakan alat-alat pertanian,” jelas dia.

Sementara itu, Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) telah melakukan investigasi khusus terkait kemungkinan adanya telur ayam di Jawa Timur yang diduga tercemar residu partikel plastik.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, pihaknya menerima laporan dari para peneliti global advokasi kebijakan dan kesehatan lingkungan yang menyebut bahwa tiga telur ayam di Jawa Timur tercemar racun dioksin dan bahaya untuk dikonsumsi.

“Kami sudah turunkan tim yang terdiri dari petugas Ditjen PKH dan unit pelaksana teknis Balai Pengujian Mutu Sertifikasi Produk Hewan dan mereka diberi tugas untuk memastikan keamanan pangan produk hewan khususnya telur ayam di Jawa Timur,” kata Diarmita.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN