Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ida Fauziyah

Ida Fauziyah

Implementasi Program Kartu Prakerja Libatkan Pemda Swasta

Senin, 25 November 2019 | 09:42 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan balai latihan kerja (BLK) sebagai salah satu lembaga pelatihan yang akan melaksanakan pelatihan melalui Program Kartu Prakerja. Kendati demikian, pemerintah juga melibatkan swasta untuk mengimplementasikan program ini.

Oleh karena itu, selain melalui BLK milik Kemnaker, BLK milik kementerian dan lembaga (L/K) lain, dan BLK milik pemda, implementasi Program Kartu Prakerja akan dilakukan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta dan training center industri.

"Pelatihan ini akan dilakukan di BLK yang terdiri atas BLK Kemnaker, BLK K/L lain, dan BLK Pemda. Kemudian ada juga LPK swasta dan perusahaan serta industri juga yang punya training center. Itu sedang kami inventarisir semua," ucap Ida dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (23/11).

Program Kartu Prakerja merupakan bantuan pelatihan vokasi untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi SDM nasional. Dalam pelaksanaannya Kartu Prakerja akan diberikan kepada pencari kerja, masyarakat yang terdampak PHK, serta pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan (up skilling) ataupun alih keterampilan (reskilling).

Selain itu, pendistribusian Kartu Prakerja akan memprioritaskan daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi. "Daerah yang TPT tertinggi tentu akan mendapat prioritas. Karena memang memperioritaskan mereka yang masuk kategori penganggur," ucap Ida.

Penetapan lembaga pelaksana pelatihan yang terlibat tersebut akan dilakukan melalui mekanisme seleksi dan verifikasi. Lembaga pelatihan yang melaksanakan adalah lembaga yang sudah teregister dan terakreditasi. “Karena kalau kita ingin meningkatkan kompetensi, lembaganya pun harus kompeten," ucap Ida.

Saat ini, pemerintah masih membahas detail dan teknis pelaksanaan program, termasuk pembentukan project management office (PMO) Kartu Prakerja di bawah koordinasi Menko Perekonomian. "PMO itu nanti yang akan mengelola program Kartu Prakerja secara profesional dan akuntabel, " paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan daan sebesar Rp 10 triliun untuk menjalankan Program Kartu Prakerja. Dana ini akan digunakan untuk mendanai paket-paket pelatihan dengan biaya per paket mulai dari Rp300 ribu, Rp 900 ribu, Rp 3 juta, hingga Rp7 juta rupiah. “Pemerintah memiliki fleksibilitas misalnya ada program untuk barista kopi, itu pembiayaannya bisa berkurang atau bertambah,” ujar Airlangga.

Program kartu pra kerja ini juga akan dijalankan secara digital. Oleh karena itu, para para pejabat pemda diminta untuk melakukan sertifikasi terhadap berbagai pelatihan yang dianggap menjadi hak para peserta serta membantu sertifikasi pelatihan untuk peserta yang berhak. Pemerintah juga akan segera membentuk Komite Cipta Kerja dalam waktu dekat untuk semakin mendorong penciptaan pelatihan bagi masyarakat penerima Kartu Prakerja.

“Kartu ini akan kami berikan kepada masyarakat yang berumur di atas 18 tahun dengan status telah lulus sekolah. Mekanismenya adalah pemerintah akan mendorong usaha atau pelatihan di seluruh Indonesia yang tersertifikasi,” ucap Airlangga.

Pendaftaran Program Kartu Prakerja ini akan berbasis digital sehingga masyarakat di kota besar maupun di daerah memiliki kesempatan yang sama sebab penerapannya melalui sistem kuota. “Tahap awal kami sertifikasi provider-provider services agar provider di kota besar, di Jawa, dan luar Jawa, mana yang eligable atau yang bisa memanfaatkan fasilitas ini,” pungkas Airlangga.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN