Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

20 Ribu Ton Stok Cadangan Beras Pemerintah Terancam Busuk

Ridho Syukra, Selasa, 3 Desember 2019 | 18:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Sekitar 20 ribu ton stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan Perum Bulog terancam busuk karena sudah disimpan selama 4 bulan di gudang dan belum disalurkan sehingga mengalami penurunan mutu atau kualitas/disposal stock.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, stok beras tersebut tidak bisa disalurkan atau sulit didistribusikan karena pengaruh bencana alam seperti banjir.

Di samping itu, ada pengalihan Program Bantuan Sosial (Bansos) dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai dimana pada awalnya rencana yang akan disalurkan sebesar 2,3 juta ton untuk bantuan sosial, sekarang hanya menjadi 300 ribu ton.

Tri menambahkan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sangat jarang ditambah adanya pergantian menteri baru sehingga Perum Bulog belum menerima arahan selanjutnya untuk menyalurkan CBP

“Banyak sekali faktor yang menyebabkan CBP terancam busuk, dan jangan Perum Bulog yang disalahkan,” ujar dia di Jakarta, Selasa (3/12).

Nilai beras disposal tersebut diproyeksikan mencapai Rp 160 miliar dengan asumsi harga rata rata pembelian di tingkat petani mencapai Rp 8 ribu per Kilogram.

Diolah jadi produk lain

BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto:  Investor Daily/EMRAL
BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto: Investor Daily/EMRAL

Sementara itu, Direktur Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya tidak akan memusnahkan beras tersebut tetapi akan diolah menjadi produk lain seperti tepung terigu bahkan dijual sebagai pakan ayam.

Pihaknya menegaskan tidak akan memusnahkan CBP karena sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 tahun 2018 tentang pengelolaan cadangan beras pemerintah.

Karena penyerapan gabah atau beras yang dilakukan Bulog dalam rangka tugas dari pemerintah, jika ada potensi kerugian atas penugasan maka akan ada kompensasi.

Ia berharap Kementerian Keuangan menyediakan anggaran terkait disposal stock dan masih menunggu jawaban pasti dari Kementerian Keuangan.

Pada tahun 2020, pihaknya akan fokus pada penguatan peran komersial melalui penjualan komoditi pangan melalui online dan offline.

Perum Bulog juga terus melakukan sejumlah inovasi bisnis yaitu memodernisasi gudang beras yang dimiliki secara bertahap di seluruh Indonesia, memproduksi beras vitamin dan merambah bisnis e-commerce.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA