Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kilang Pertamina. Foto ilustrasi: IST

Kilang Pertamina. Foto ilustrasi: IST

Wamen BUMN: Kilang Balikpapan Ditargetkan Selesai 2022

Rabu, 18 Desember 2019 | 19:15 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembangunan proyek kilang minyak Balikpapan yang termasuk Refinery Development Master Plan (RDMP) yakni RDMP Refinery Unit (RU) tengah memasuki tahap konstruksi dengan target penyelesaian tahun 2022.

Meski masih dalam tahap konstruksi, proyek ini diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 46,2 triliun (kurs Rp 14.000).

"Kilang baru di Balikpapan sudah mulai bikin, mudah-mudahan bisa selesai di 2022" ujarnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/12).

Adapun Proyek RDMP dan Grass Roof Refinery (GRR) yang sedang dijalankan Pertamina menjadi kunci untuk Indonesia mampu memenuhi kebutuhan BBM dari kilang sendiri tanpa ketergantungan pada impor.

Setidaknya saat ini ada 6 proyek kilang yang dijanjikan akan dikebut yakni Kilang Dumai, Kilang Balikpapan, Kilang Cilacap, dan kilang Balongan dan dua kilang baru yakni Kilang Bintang dan Kilang Tuban.

Sebelumnya Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan proyek RDMP dan GRR akan meningkatkan kapasitas kilang untuk pengolahan minyak mentah menjadi dua kali lipat dari 1 juta barrel pada saat ini, menjadi 2 juta barrel. Dengan peningkatan signifikan, maka seluruh kebutuhan BBM bisa dipenuhi oleh kilang sendiri.

“Pertamina melakukan sejumlah akselerasi agar proyek yang ditetapkan Presiden sebagai proyek strategis nasional ini, bisa segera terwujud. Inilah impian besar kita dalam membangun ketahanan dan sekaligus kemandirian energi,” terang Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/12).

Pertamina, lanjut Fajriyah, telah melakukan berbagai akselerasi yang terintegrasi sehingga target-target pelaksanaan proyek bisa terlaksana tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Ia mengatakan untuk Kilang Balikpapan, sejak Februari 2019 telah memasuki tahap konstruksi. Pada 7 Mei 2019, telah dilakukan penandatanganan akta pendirian PT Kilang Pertamina Balikpapan. Saat ini telah dilakukan pengadaan peralatan utama dan long lead item. Bahkan beberapa peralatan tersebut sudah berada di lokasi.

Sementara Kilang Cilacap, setelah selesai Proyek PLBC, kini RDMP Cilacap sedang dalam tahap penyelesaian valuasi bersama Saudi Aramco. RDMP Dumai dalam tahap negosiasi dengan partner dari Timur Tengah.

Sementara itu, GRR Tuban sudah selesai dengan proses pengadaan lahan dan sedang dalam proses pembayaran. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada 28 Oktober kemarin. Saat ini telah dimulai pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED).

Selain itu, telah dilakukan konstruksi fasilitas pendukung dan persiapan lahan restorasi sekitar 20 ha di pesisir pantai.

KemudianGRR Bontang, kemitraan dengan OOG sudah ditandatangani pada Desember 2018. Dengan izin prinsip lokasi dari Gubernur Kalimantan Timur sudah diterbitkan dan saat ini sedang dalam proses pelaksanaan studi dan review dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

“Pertamina menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sehingga megaproyek bisa berjalan dengan baik. Dukungan yang terus menerus dari Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, menjadi kekuatan tersendiri bagi Pertamina untuk menuntaskan tugas bersejarah ini,” tegas Fajriyah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN