Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertemuan Tahunan BI 2019

Pertemuan Tahunan BI 2019

2020, BI Perluas Kebijakan Makroprudensial Akomodatif ke UMKM dan Pariwisata

Nasori/Triyan Pangastuti, Kamis, 28 November 2019 | 21:56 WIB

JAKARTA, investori.id - Bank Indonesia (BI) akan memperluas kebijakan makroprudensial yang akomodatif pada 2020 untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sektor prioritas termasuk ekspor dan pariwisata.

"Kami ajak perbankan dan dunia usaha untuk bersama memperkuat confident dan optimisme membangun ekonomi Indonesia lebih baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan BI 2019 di Jakarta, Kamis (28/11).

Menurut dia, pendalaman pasar uang akan terus diakselerasi dan instrumen keuangan didorong untuk pembiayaan infrastruktur ramah lingkungan salah satunya green bond bersama pemerintah dan OJK.

Sistem pembayaran juga diperluas melalui elektronifikasi penyaluran program sosial, moda transportasi, dan operasi keuangan pemerintah di berbagai daerah.

Selain itu, sistem kliring nasional akan diperkuat sehingga menjadi lebih besar, cepat dan murah, termasuk meningkatkan interkoneksi gerbang pembayaran nasional.

"Inovasi digital mampu memperkuat keterhubungan perilaku ekonomi dari yang terkecil hingga terbesar, dari konsumen individual, UMKM, hingga korporasi besar," ucap dia.

Bank sentral, kata Perry, akan melanjutkan kebijakan akomodatif yang telah diambil pada tahun 2019 dengan mencermati kondisi domestik dan global.

Sebelumnya, dari sisi kebijakan moneter pada Juli 2019, BI menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali sebesar 100 basis poin. Selain itu, giro wajib minimun (GWM) juga turun dua kali sebesar 100 basis poin menjadi 5,5%.

Operasi moneter, lanjut dia, akan memastikan kecukupan likuiditas, stabilisasi nilai tukar sesuai mekanisme pasar. "Kami akan mencermati perkembangan ekonomi domestik dan global dengan memanfaatkan masih terbukanya peluang kebijakan moneter yang akomodatif untuk menjaga terkendalinya inflasi dan stabilitas nasional serta mendorong momentum pertumbuhan," imbuh Perry.

Dengan kebijakan ekonomi BI yang akomodatif, perbankan diharapkan mempercepat penurunan suku bunga dan penyaluran kredit, meski saat ini penurunan suku bunga kredit perbankan, kata dia, masih terbatas.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA