Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bantuan Menteri Desa PDTT untuk Bengkulu

Bantuan Menteri Desa PDTT untuk Bengkulu

2020, Dana Desa Diarahkan untuk Pengembangan Desa Wisata

Arnoldus Kristianus, Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:48 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan, Dana Desa yang pada 2020 dianggarkan sebesar Rp 72 triliun, pemanfaatannya akan berubah arah di antaranya untuk pengembangan desa wisata. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih difokuskan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur desa.

“Dana Desa dinaikkan menjadi Rp 72 triliun, mulai tahun ini dan tahun depan penggunaannnya lebih kepada pemberdayaan SDM (seumber daya manusia) dan ekonomi desa. BUMDes dan desa-desa wisata (tahun depan) akan kami push,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Pada 2020, pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 858,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat 5,4% dari perkiraan realisasi 2019 atau meningkat 37,8% dari realisasi pada 2015 yang sebesar Rp 623,1 triliun. Sementara khusus untuk Dana Desa, pemerintah menganggarkan sebesar Rp 70 triliun.

Eko mengatakan, perubahan arah kebijakan penggunaan Dana Desa juga untuk mengatasi pergeseran tenaga kerja di desa, yaitu minat masyarakat menjadi petani yang semakin turun. "Kami juga mengantisipasi pengurangan tenaga kerja di pertanian karena modernisasi," ucap Eko.

Selain untuk pengembangan desa wisata, tambah dia, Dana Desa juga akan digunakan untuk mendukung fokus pembangunan untuk perbaikan kualitas SDM. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan alokasi Dana Desa ke sektor pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Bahkan mungkin lebih banyak PAUD yang dibangun Kementerian Desa dibandingkan Kemendikbud, karena itu swadaya masyarakat dan dibantu Dana Desa," ucap Eko.

Alokasi Dana Desa yang lebih tinggi juga akan digunakan untuk perbaikan sektor kesehatan. Misalnya, dengan pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) mencapai 300 ribu unit. Kemudian, pemerintah juga akan membangun sarana air bersih mencapai satu juta unit dan membangun posyandu puluhan ribu unit. "Kami prioritaskan untuk menurunkan stunting dari 37,2% menjadi 30,8%," kata Eko.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA