Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi bersama Putri Pariwisata Jatim Yasmin Oktavia pada acara Elizabeth Close To You di Surabaya, Jumat (20/12/2019). Foto:Amrozi Amenan

Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi bersama Putri Pariwisata Jatim Yasmin Oktavia pada acara Elizabeth Close To You di Surabaya, Jumat (20/12/2019). Foto:Amrozi Amenan

2020, Elizabeth Tambah 10 Gerai Baru

Sabtu, 21 Desember 2019 | 00:34 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Peritel fesyen lokal, Elizabeth, akan terus melebarkan sayapnya di tengah ketatnya persaingan pasar ritel fesyen saat ini seiring bermunculan para pemain baru baik yang lokal maupun global.

Tetap membidik konsumen menengah, pada 2020 Elizabeth berencana menambah 10 gerai baru di berbagai kota di tanah air hingga total jumlahnya mencapai 100 gerai dari sekarang 90 gerai.

Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi mengatakan kehadiran Elizabeth sejak 1963 di pasar ritel fesyen di Indonesia telah menempatkannya sebagai brand lokal yang memiliki daya saing kuat di segmen menengah.

“Kita memiliki tempat tersendiri di hati konsumen menengah dan itu menjadi kekuatan kita untuk bersaing dengan para pemain baru. Sehingga kita tetap bertahan dan terus menambah gerai baru sampai sekarang dan akan terus berkembang di masa mendatang,” kata Dewi, panggilan Herawaty Puspadewi, pada acara roadshow ‘Elizabeth Close To You’ di Surabaya, Jumat (20/12/2019).

Kota Surabaya menjadi kota ketiga untuk gelaran acara roadshow bertemakan ‘Indonesia as Fashion Tourisme’ yang melibatkan influencer dan masyarakat itu setelah sebelumnya di 2 kota Jabodetabek dan Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan kepada konsumen sekaligus memperkenalkan produk Elizabeth kepada genarasi milenial.

Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi bersama Putri Pariwisata Jatim Yasmin Oktavia pada acara Elizabeth Close To You di Surabaya, Jumat (20/12/2019). Foto:Amrozi Amenan
Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi bersama Putri Pariwisata Jatim Yasmin Oktavia pada acara Elizabeth Close To You di Surabaya, Jumat (20/12/2019). Foto:Amrozi Amenan

Dewi memapaparkan, bahwa bermula dari usaha membuat tas koper seharga Rp 10 ribu per unit dan bermodal satu mesin jahit di awal perintisan bisnisnya oleh pasangan Elizabeth dan Handoko, Elizabeth dalam perkembangan kini menyediakan semua kebutuhan fesyen untuk segala umur mulai anak-anak PAUD hingga orang dewasa dengan mulai produk tas wanita, sepatu, pakaian hinggga asesoris. Produk itu 90% dihasilkan dari pabrik sendiri dan hanya 10% dari luar.

“Target market kami konsumen menengah dan naik sedikit demi sedikit dengan memunculkan brand lain seperti Emsio, Lorica, Delco dan lainnya,” ujarnya.

Bermodal kekuatan daya saing itu, lanjut Dewi, Elizabeth optimistis dengan peluang pasar kedepan sekalipun tak dipungkiri persaingan pasar akan semakin ketat seiring bertambahnya pemain baru di pasar ritel fesyen. Rencana pengembangan pasar dengan membuka cabang atau gerai baru di beberapa kota tetap akan dijalankan.

“Kita akan tambah 10 cabang baru pada 2020 dari sekarang 90 cabang. Kita masih mencari lokasi yang tepat untuk penambahan gerai baru ini mulai barat sampai timur,” tuturnya.

Dikatakan, sebanyak 90 gerai sekarang merupakan milik sendiri dan tersebar merata dari barat hingga timur di Indonesia. Di Jawa Timur, gerai merata di kota-kota besar, seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Kediri, Madiun, Pamekasan,  Tuban, Bojonegiro, Pasuruan, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. Lalu di Jawa Tengah seperti Kudus, Yogyakarta dan Semarang. Di kota-kota lain di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Medan, Sampit dan Manado.

Dewi menyebutkan, pengembangan pasar diikuti pula dengan inovasi pemasaran. Ramainya penjualan digital juga tak luput dari perhatiannya. Saat ini selain penjualan melalui gerai, Elizabeth juga melayani penjualan secara online. “Kalau dihitung sekarang ini antara penjualan offline dan online fifty-fifty,” ujarnya.

Tak hanya pemasaran, sentuhan inovasi juga disematkan pada desain produk terutama tas wanita yang saat ini kontribusinya paling besar mencapai 70%. Desain produk tas wanita menggunakan beragam corak batik.

“Desain batik pada tas wanita ini sekaligus memperkenalkan budaya khas wanita dan itu ternyata cukup digemari,” imbuh Dewi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN