Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

2020, Menkeu Targetkan Penerimaan Pajak Rp1.865,7 Triliun

Sabtu, 7 September 2019 | 14:56 WIB

JAKARTA, investor.id  – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menargetkan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp 1.865,7 triliun dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

"Jumlah itu naik sebesar Rp 3,9 triliun dari yang tadinya (RAPBN) sebesar Rp 1.861,8 triliun," kata Menkeu di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (6/9).

Menurutnya, peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp 3,9 triliun itu karena perubahan asumsi makro yakni adanya koreksi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari US$ 65 per barel menjadi US$ 63 per barel.

Selain itu, dalam asumsi makro dan parameter migas juga disebutkan bahwa lifting minyak bumi juga dikoreksi meningkat dari 734 ribu barel per hari menjadi 755 ribu per hari. Biaya operasi atau cost recovery juga diasumsikan turun dari US$ 11,58 miliar menjadi US$ 10 miliar.

Target Penerimaan Pajak 2020
Target Penerimaan Pajak 2020

Menkeu merinci, kenaikan Rp 3,9 triliun itu disumbangkan oleh penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) Migas sebesar Rp 2,4 triliun, kenaikan PBB sebesar Rp 300 miliar hasil upaya ekstra atau extra effort, serta didorong kenaikan cukai hasil tembakau sebesar Rp 1,2 triliun, yang juga merupakan hasil dari extra effort.

Seperti dilaporkan Antara, Menkeu mengharapkan, target penerimaan pajak sebesar Rp 1.865,7 triliun itu dapat mendukung pendapatan negara sebesar Rp 2.233,2 triliun dalam postur sementara RAPBN 2020. Postur sementara pendapatan negara dalam RAPBN 2020 tersebut naik Rp 11,6 triliun dari rancangan sebelumnya sebesar Rp 2,221,5 triliun.

Besaran target penerimaan pajak dalam postur sementara RAPBN 2020 itu lebih tinggi dari postur APBN 2019 yang mencapai Rp 1.786,4 triliun. Ia juga menyebutkan, defisit APBN 2020 akan dijaga sebesar 1,76% dari produk domestik bruto (PDB). (ks)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA