Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media Brefing Rumah.com Property Market Outlook 2020, di Jakarta, Selasa (12/11).

Media Brefing Rumah.com Property Market Outlook 2020, di Jakarta, Selasa (12/11).

2020, Pasar Properti Masih Didominasi Menengah Bawah

Imam Mudzakir, Selasa, 12 November 2019 | 16:36 WIB

JAKARTA, investor.id - Pasar properti pada tahun 2020 diperkirakan bakal mengalami kenaikan secara bertahap. Hal ini akibat dari dilantiknya kembali Presiden Joko Widodo untuk periode kedua dan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan oleh pemerintah.

Hasil survei yang dilakukan oleh Rumah.com Property Market Outlook 2020, harga properti mengalami kenaikan secara kuartalan maupun tahunan, namun optimisme penjual tidak sebesar tahun lalu jika dilihat dari suplainya.

“Permintaan pasar masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun, pelonggaran LTV dan PPnBM diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar properti kelas atas,” ujar Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, dalam acara Media Brefing Rumah.com Property Market Outlook 2020, di Jakarta, Selasa (12/11).

Menurutnya, hasil surveiy Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2019 mencatat bahwa, sebanyak 62% mencari hunian di bawah Rp500 juta, sementara 17% lainnya mencari hunian pada kisaran di atas Rp500 juta hingga Rp750 juta.

“Jumlah ini hampir sama dengan tahun lalu, di mana total kedua kelompok tersebut mencapai 80%,” kata Ike.

Hasil survei juga menyebutkan bahwa 42% responden memilih pinjaman pembiayaan rumah berjangka waktu 11-15 tahun. Selanjutnya jangka waktu 6-10 tahun (30%), dan di atas 15 tahun (19%).

“Optimisme konsumen terhadap kondisi pasar properti mengalami penurunan. 55% responden berniat membeli rumah dalam enam bulan ke depan, jumlah ini turun dibandingkan survei yang sama tahun sebelumnya, di mana jumlahnya mencapai 59%,” kata Ike.

Kepuasan terhadap iklim properti nasional masih cukup tinggi, yakni sebesar 61%. Namun, angka ini menurun jika dibandingkan survei tahun lalu yang mencapai 66%. 49% dari total responden yang berniat membeli rumah adalah responden yang belum memiliki rumah. Sementara itu, sebanyak 22% yang berniat untuk melakukan upgrade atau peningkatan hunian (menjual rumah yang dihuni saat ini dan membeli rumah baru yang lebih besar/lebih strategis/lebih mahal).

“Minat terhadap properti residensial seken hampir sama besar dengan properti residesial baru. Pencari hunian lebih mengutamakan lokasi dan sarana transportasi umum yang terdapat di sekitar hunian,” ungkap Ike.

Suplai dan Harga Properti

Rumah.com Property Price Index menunjukkan indeks harga properti nasional sepanjang 2019 bergerak naik secara stabil. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana harga properti di kuartal pertama 2018 justru turun secara kuartalan. Optimisme harga di kalangan penjual ini didorong oleh sentimen positif yang dimulai sejak pertengahan 2018, di mana indeks harga properti naik dengan percepatan dua kali lipat.

Sama seperti tahun lalu, indeks harga properti mengalami pergerakan yang moderat di paruh pertama. Indeks harga kuartal kedua (Q2) 2019 adalah 112,0 atau naik 2% secara quarter-on-quarter (q-o-q). Indeks harga pada Q3 2019 mengalami kenaikan 3% (q-o-q) menjadi 115,8 year-on-year (y-o-y), Indeks Harga di Rumah.com Property Market Index secara nasional pada Q3 2019 mengalami kenaikan sebesar 7%. Secara year-on-year, kenaikan ini mengalami percepatan sebesar 75%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA