Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Jalan Tol - 2

Ilustrasi Jalan Tol - 2

2020, Pelindo II Targetkan Tol Cibitung-Cilincing Beroperasi

Thresa Sandra Desfika, Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:40 WIB

BEKASI, investor.id – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menargetkan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) beroperasi bertahap mulai awal 2020. Adanya jalan tol senilai Rp 10,8 triliun itu diharapkan mempersingkat waktu tempuh dari kawasan industri di sekitar Cibitung (Bekasi) ke Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) dan sebaliknya dari rata-rata 3 jam menjadi 1 jam.

Wakil Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Eko Afrilianto menjelaskan, pengerjaan proyek sepanjang 34,8 kilometer ini secara keseluruhan sudah mencapai 61,24% dengan progres pembebasan tanah sekitar 80,15%.

Adapun secara keseluruhan pembebasan tanahnya ditargetkan tuntas pada akhir tahun ini dan pembangunan jalan tol sepenuhnya selesai pada tahun depan.

“Berdasarkan laporan terbaru PT Cibitung Tanjung Priok Port (CTP) Tollways selaku BUJT (badan usaha jalan tol) pembangunan JTCC, konstruksinya saat ini telah mencapai lebih dari 60% dan lahan yang sudah dibebaskan lebih dari 80%,” kata Eko di Bekasi, Kamis (10/10).

Menurut dia, Pelabuhan Tanjung Priok akan terus dikembangkan. Seiring dengan itu, akses jalan dari dan ke pelabuhan pun perlu ditingkatkan guna memastikan kelancaran arus barang. Eko meyakini, JTCC akan memperlancar akses transportasi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju kawasan industri di Bekasi, Cibitung, Cikarang, hingga Karawang dan sebaliknya.

Dia menambahkan, kehadiran JTCC bisa mempersingkat waktu tempuh dari kawasan industri di Bekasi ke Pelabuhan Tanjung Priok maupun sebaliknya dari 3-4 jam menjadi hanya 1 jam. Dengan demikian, produktivitas truk pengangkut barang bisa bertambah dari biasanya bisa 1 rit saja menjadi lebih dari 1 rit.

“Pada akhirnya, keberadaan akses tol ini akan membantu menekan biaya logistik dan mengurangi beban lalu lintas sekitar ruas Tol Jakarta-Cikampek,” jelas Eko.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA