Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

2020, Pemberian PMN ke BUMN Capai Rp 18,7 Triliun

Nasori, Senin, 2 Desember 2019 | 19:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan pemberian penyertaan modal negara sebesar Rp 18,7 triliun kepada badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan kinerja pembangunan. Penyertaan modal negara itu akan diperuntukkan bagi tujuh BUMN dan satu penugasan khusus untuk penguatan neraca transaksi berjalan.

"Penyertaan modal negara ini akan diberikan dalam bentuk tunai dan nontunai," kata Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Ia menjabarkan, BUMN yang mendapatkan penyertaan modal negara tersebut antara lain PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang memperoleh Rp 2,5 triliun untuk mendukung program pembiayaan perumahan, khususnya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

BUMN lainnya adalah PT Hutama Karya (Persero) yang mendapatkan alokasi Rp 3,5 triliun. Pemberian penyertaan modal negara bagi BUMN infrastruktur ini juga merupakan kesinambungan dari penyertaan modal negara yang diberikan sejak 2015.

"Itu dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian ruas-ruas prioritas dari Tol Trans Sumatera seperti Pekanbaru-Dumai, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung," kata Sri Mulyani.

Penyertaan modal negara lainnya untuk Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 1 triliun untuk menambah modal perusahaan dalam menyalurkan pinjaman kepada UMKM dan koperasi.

Bagi PNM, penyertaan modal negara dapat membantu, karena saat ini rasio utang terhadap modal perusahaan (DER) mencapai 8,9 kali sehingga perusahaan sulit mencari modal.

Sri Mulyani menambahkan, penyertaan modal negara selanjutnya diberikan kepada PT Geo Dipa Energi sebesar Rp 700 miliar untuk mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN juga mendapatkan penyertaan modal negara sebesar Rp 5 triliun untuk percepatan program pembangkit tenaga listrik terutama di kawasan pedesaan serta wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Sedangkan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) mendapatkan penyertaan modal negara Rp 3,76 triliun untuk mendukung industri strategis bidang maritim dan perkapalan.

Selain itu, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mendapatkan penyertaan modal negara sebesar Rp 270 miliar untuk meningkatkan kinerja industri asuransi.

Terdapat juga penyertaan modal negara untuk penugasan khusus, yaitu penguatan transaksi berjalan sebesar Rp 1 triliun untuk meningkatkan kinerja ekspor dan menekan impor khususnya impor migas.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA