Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PUPR terus berupaya mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) di DIY. Foto: PUPR

PUPR terus berupaya mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) di DIY. Foto: PUPR

2020, PSR Ditargetkan 900 Ribu Unit

Kamis, 10 Desember 2020 | 15:38 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) tetap berjalan pada masa pandemi Covid-19. Tahun 2020, PUPR menargetkan capaian PSR hingga akhir tahun sebanyak 900.000 unit.

"Kami (Kementerian PUPR-red) tetap optimistis pembangunan rumah untuk masyarakat dalam Program Sejuta Rumah diperkirakan dapat mencapai angka 900.000 unit," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Kamis (10/12).

Khalawi menjelaskan, perkiraan atau prognosis tersebut merupakan hasil dari perhitungan pembangunan rumah masyarakat yang dibangun sendiri oleh Kementerian PUPR maupun dari mitra kerja baik pengembang perumahan, perbankan, pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait dan masyarakat. "Dari hasil data capaian Program Sejuta Rumah yang kami miliki status per 7 Desember 2020 jumlahnya mencapai angka 777.708 unit rumah," terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, angka capaian 777.708 unit rumah tersebut berasal dari hasil pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 584.474 unit. Lalu, rumah untuk non-MBR sebanyak 193.234 unit.

"Pada Program Sejuta Rumah ini komposisi pembangunan rumah untuk MBR adalah 70 persen dan sisanya sebanyak 30 persen adalah untuk non MBR," kata Khalawi.

Adapun pembangunan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR yakni melalui pembangunan rumah swadaya dan Dana Alokasi Khusus (DAK) perumahan sebanyak 128.356 unit. Selanjutnya adalah pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh kementerian lain sebanyak 51.136 unit.

Pemerintah daerah (pemda) pun ikut serta dalam mendorong pembangunan rumah dengan membangun sebanyak 32.758 unit. Sedangkan para pengembang perumahan juga tetap bersemangat membangun hunian layak bagi masyarakat.

"Kami mencatat pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pengembang perumahan adalah 365.816 unit. Kami harap pengembang perumahan bisa lebih bersemangat karena rumah layak huni sangat dibutuhkan oleh masyarakat," tutur dia.

Khalawi menerangkan, sumber capaian PSR juga berasal dari corporate social responsibilty (CSR) perusahaan swasta. Jumlah rumah yang terbangun dari hasil CSR tercatat 3.590 unit dan pembangunan yang dilaksanakan masyarakat secara mandiri adalah 2.818 unit.

"Total pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah adalah 584.474 unit," terangnya.

Di sektor pembangunan rumah untuk non-MBR, imbuh Khalawi, jumlah pembangunan rumahnya tercatat sebanyak 193.234 unit. Angka tersebut berasal dari pembangunan rumah oleh  pengembang sebanyak 146.715 unit dan masyarakat sebanyak 46.519 unit.

"Kami tetap berharap masyarakat bisa terbantu dengan pelaksanaan Program Sejuta Rumah ini. Sebab kini aktifitas masyarakat lebih banyak di rumah seperti belajar, beribadah dan bekerja. Jadi rumah yang layak huni tentu sangat dibutuhkan masyarakat," harap Khalawi. 

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN