Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi

Menhub Budi Karya Sumadi

2020, Serapan Anggaran Kemenhub Capai 70%

Selasa, 17 November 2020 | 15:44 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membukukan realisasi penyerapan anggaran 2020 sebesar 70,7% atau Rp25 triliun hingga 16 November 2020. Adapun hingga akhir Desember 2020 nanti, kementerian tersebut menargetkan serapan mencapai 95%.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, Kemenhub pada awal tahun memperoleh pagu anggaran Rp43 triliun. Kemudian dilakukan penyesuaian karena terjadi pandemi Covid-19 menjadi Rp35,38 triliun.

"Hingga 16 November 2020, realisasi penyerapan anggaran yang dilakukan total 573 satuan kerja di Kemenhub adalah 70,72% atau Rp25 triliun," ungkap Menhub dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (17/11).

Dia merinci, penyerapan anggaran tersebut terbagi atas pagu anggaran belanja pegawai dari Rp3,5 triliun baru terealisasi Rp3,1 triliun; pagu belanja barang dari Rp12,8 triliun baru terealisasi Rp9,3 triliun; dan pagu belanja moda dari anggaran Rp19 triliun baru diserap Rp12,5 triliun.

Menurut Budi, berdasarkan prognosa anggaran rencana berdasarkan prognosa dari anggaran rencana penarikan dana di November dan Desember 2020, maka Kemenhub menargetkan pada akhir November 2020 penyerapan anggaran sudah mencapai 76% atau sekitar 26,9 triliun.

"Dan kami mengharapkan pada bulan Desember 2020 kita bisa mencapai Rp 33,8 triliun atau 95,8%," jelas Budi.

Untuk mempercepat penyerapan anggaran, Budi mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya, seperti melakukan optimalisasi penyerapan anggaran dengan melakukan revisi anggaran untuk pemanfaatan sisa tender dan kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan; membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk mengakselerasi dan mengawal ketat rencana penarikan dana sesuai jadwal/termin; melakukan rapat evaluasi anggaran secara berkala; dan meningkatkan koordinasi dan fasilitasi proses administrasi pembayaran oleh sakter melalui Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendahaan, dan KPPN setempat.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN