Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: IST

Presiden Joko Widodo. Foto: IST

2020, Suku Bunga KUR Turun Jadi 6%

Senin, 9 Desember 2019 | 14:26 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, tahun depan pemerintah akan menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7% menjadi 6%. Selain itu, plafon anggaran KUR akan ditingkatkan dari Rp 140 triliun pada 2019 menjadi Rp 190 triliun pada tahun 2020.

“Pelaksanaan program KUR pada tahun 2020, plafon anggaran akan kita tingkatkan menjadi Rp 190 triliun dengan suku bunga yang juga diturunkan dari 7% menjadi 6%,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12).

Presiden Jokowi berharap, dengan nilai yang sangat besar itu, KUR akan memberikan dampak signifikan bagi bergeraknya perekonomian rakyat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.

“Saya ingin mengingatkan bahwa plafon KUR yang semakin besar jangan sampai tidak berdampak signifikan kepada ekonomi, karena penyaluran yang tidak tepat sasaran, tidak masuk sektor-sektor produktif,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengingatkan agar penyaluran KUR tidak hanya didominasi sektor perdagangan. KUR, lanjutnya, harus merambah ke sektor pertanian yang saat ini baru termanfaatkan sekitar 30% dan UMKM 40% dari total plafon yang ada.

“Ini yang harus kita geser. Harus kita masukkan ke sektor-sektor produktif, terutama usaha mikro yang bergerak di sektor pertanian,” katanya.

Peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional mendorong pemerintah untuk terus menerus mengembangkan UMKM, melalui akses pembiayaan KUR yang diluncurkan sejak November 2007.

“Sektor perikanan dan pariwisata juga serapan masih rendah. Saya kira inilah yang harus kita carikan titik sumbatnya. Ada di mana sehingga kita harapkan penyaluran KUR betul-betul bisa tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh UMKM,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN