Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pidato Presiden tentang RAPBN 2021 dan Nota keuangan, Jumat (14/8/2020). Sumber: BSTV

Pidato Presiden tentang RAPBN 2021 dan Nota keuangan, Jumat (14/8/2020). Sumber: BSTV

2021, Angka Kemiskinan Diperkirakan 9,2-9,7%

Jumat, 14 Agustus 2020 | 15:14 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id- Pandemi Covid-19 telah berdampak pada penambahan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan, lantaran aktivitas ekonomi yang terganggu.

Presiden Joko Widodo mengatakan, berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan akan diarahkan untuk mendorong tercapainya sejumlah sasaran pembangunan pada tahun mendatang. Secara rinci, tingkat pengangguran ditargetkan mencapai 7,7-9,1% dan tingkat kemiskinan pada kisaran 9,2-9,7%.

"Tingkat pengangguran 7,7-9,1%, tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7%, dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," jelasnya dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2021, di Gedung DPR, Jumat (14/8).

Di sisi lain, belanja negara pada 2021 ditargetkan mencapai Rp 2.747,5 triliun. Sementara pendapatan negara sebesar Rp 1.776,4 triliun. Dengan demikian, defisit APBN tahun depan ditargetkan mencapai 5,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,”tuturnya.

 

 

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN