Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

2021, BI Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4%

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:32 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id -  Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 3,2-4% sepanjang 2021. Angka ini didasarkan pergerakan indikator ekonomi yang baik sepanjang periode tersebut. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan dalam rentang 4,7-5,5%.

"Perkembangan indikator ekonomi Desember 2021 mengindikasikan akselerasi proses pemulihan ekonomi. Mobilitas masyarakat, penjualan eceran dan keyakinan konsumen sudah meningkat," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (20/1).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada pada 4,7-5,5% di 2022. Peningkatan pertumbuhan ekonomi didukung pemulihan ekonomi yang semakin kuat yang sejalan dengan akselerasi konsumsi swasta dan investasi di tengah akselerasi belanja fiskal dan kuatnya kinerja ekspor.

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Bunga Rendah Tahun 2022

Perry memastikan pemerintah akan terus mewaspadai peningkatan kasus omicron di tengah upaya pemerintah sendiri tengah gencar untuk melakukan akselerasi vaksinasi ketiga atau booster. "Perbaikan ekonomi terjadi dan diperkirakan akan terus meningkat Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali," tandasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tetap berlanjut hingga mencapai 4,4% pada 2022. "Pemulihan ekonomi global diperkirakan berlanjut di tengah kenaikan kasus Covid-19 varian omicron. Tekanan inflasi yang tinggi dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di beberapa bank sentral," kata Perry.

Pemulihan tersebut diperkirakan akan berlangsung lebih seimbang, tidak hanya bertumpu pada pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China, namun juga disertai dengan perbaikan ekonomi di Eropa, Jepang, dan India.

Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tembus 5,5%

Perbaikan yang terus berlangsung dikonfirmasi oleh sejumlah kinerja indikator pada Desember 2021, antara lain Purchasing Managers' Index (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel yang tetap kuat.

"Pertumbuhan ekonomi global tetap berlanjut hingga mencapai 4,4 persen pada 2022 dengan volume perdagangan dan harga komoditas dunia yang masih meningkat,sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang”tuturnya.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN