Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

2021 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Rabu, 23 Desember 2020 | 23:43 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Tahun 2021 diyakini menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong reformasi struktural guna mendukung pemulihan ekonomi.

Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mendasar reformasi struktural awal 2021, seperti memberikan kemudahan berusaha, insentif usaha, dan dukungan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tujuannya untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi.

“Salah satu pendorong utama yang diandalkan adalah UU Cipta Kerja,” ujar Menko Airlangga ketika memberikan keynote speech dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi 2021 di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, dia menerangkan, sejumlah strategi lainnya turut disiapkan, yaitu melanjutkan program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

Menko Airlangga menjelaskan, sejumlah peluang kian terlihat, seperti mulai pulihnya ekonomi global dan dalam negeri. Ini terlihat pada penguatan nilai tukar rupiah dan pasar saham.

“IHSG (indeks harga saham gabungan) sudah kembali ke level sebelum Covid-19. Januari 2020, indeks mencapai 5.400, sedangkan akhir tahun ini sudah menyentuh 6.100 dan rupiah pada posisi Rp 14.100 per dolar AS. Bahkan, JP Morgan memprediksi IHSG bisa menyentuh 6.800 pada 2021," ujar Airlangga.

Beberapa hal yang akan membantu pemulihan ekonomi 2021, kata dia, salah satunya perbaikan harga komoditas utama Indonesia di pasar global, seperti nikel dan CPO. Ini didorong program B30 yang memicu program perekonomian di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Pulihnya harga komoditas akan memberikan dampak multiplier yang besar terhadap aktivitas ekonomi domestik, sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN