Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang  850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Foto: PUPR

Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Foto: PUPR

2021, Jembatan Sei Alalak akan Jadi Penghubung Banjarmasin-Kalsel

Investor Daily, Selasa, 19 Mei 2020 | 11:00 WIB

JAKARTA, investor.id- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang  850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Jembatan Sei Alalak akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang menjadi jalur utama sekaligus penghubung antara Banjarmasin dan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Penyelesaian jembatan yang berusia sekitar 30 tahun tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi Pasca Pandemi Covid-19.  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar pergerakan orang, barang dan logistik lebih cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan regional. 

“Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” tutur Basuki dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Selasa (19/5).

Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang  850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Foto: PUPR
Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Foto: PUPR

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo menargetkan Jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala ini dapat diselesaikan pada Maret 2021 mendatang. Nantinya, lanjut dia, jembatan ini sekaligus menjadi ikon baru Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk itu, Budi mengatakan di tengah Pandemi Covid-19 pihaknya berupaya agar pekerjaan tetap berlangsung dan penyelesaiannya berjalan sesuai target yang telah ditentukan.

“Sesuai Instruksi Menteri PUPR Nomor: 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid – 19 Dalam Pelenggaraan Jasa Konstruksi, BBPJN XI Banjarmasin mengambil langkah cepat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid – 19 dengan tujuan agar penyebaran pandemi di lingkungan proyek dapat dicegah," ujarnya.

Tak hanya itu, Budi juga membuat prosedur sebagai pedoman agar ditaati semua pihak di lingkungan proyek. Satgas juga bertugas melakukan sosialisasi dan monitoring pencegahan Covid-19 secara berkala.

Dia memaparkan, saat ini progres konstruksi Jembatan Sei Alalak telah mencapai 65,74% dengan memasuki tahap pekerjaan bentang utama yaitu struktur pylon, counterweight, dan box traffic. Adapun kendala pelaksanaan pekerjaan yang dialami saat pandemi ini yaitu dari sisi ketersediaan Tenaga Kerja Terampil dan mobilisasi peralatan.

Sebagai informasi, pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278,4 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Jembatan tersebut didesain agar dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton.

Selain itu, kekuatan Jembatan Sei Alalak juga telah diperhitungkan dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun. Selama pekerjaan berlangsung, sementara arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2. Seiring diselesaikannya pembangunan jembatan, rencananya Jembatan Kayu Tangi 1 akan dihapus (demolisi). (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN