Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Akseptasi Masyarakat Semakin Tinggi

2021, Transaksi e-Commerce Diproyeksikan Rp 370 Triliun

Senin, 5 Juli 2021 | 14:36 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penetrasi dan akselerasi transaksi digital dan keuangan digital semakin meningkat pesat. Karena itu, transaksi e-commerce tahun ini diproyeksikan tumbuh signifikan 39,1% menjadi Rp 370 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 266 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan akselerasi ekonomi digital dan keuangan digital disebabkan oleh meningkatnya preferensi dan ekspektasi masyarakat terhadap teknologi digital.

“Hal ini akan semakin mendorong pesatnya transaksi ekonomi digital. Kemudian, perkembangan fintech dan digital banking ke depan,” tutur dia, dalam Silaturahmi ISEI, Senin (5/7).

Tak hanya itu, Perry memproyeksikan penggunaan uang elektronik meningkat 32,2%, atau setara Rp 271 triliun pada tahun ini dibandingkan tahun lalu Rp 205 triliun.

Kemudian, transaksi digital banking juga diproyeksikan mengalami kenaikan hingga 21,8% pada tahun ini menjadi Rp 33.331 triliun dibandingkan sepanjang tahun lalu tercatat Rp 27.356 triliun.

“Semua transaksi melalui online, bisa online banking, mobile banking, dan apps yang mostly our time. Sekarang, segala sesuatu transaksi dengan perbankan bisa dilakukan melalui gadget di mana dan kapan pun. Karena itu, bisa tumbuh 21,8%, atau keseluruhan tahun ini Rp 33.331 triliun. Itu luar biasa ya, ini akan jadi suatu game changer,” jelasnya.

Perry melanjutkan, BI juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat di tengah mobilitas yang terbatas akibat Covid-19.

Hal tersebut diwujudkan melalui peluncuran blueprint sistem pembayaran Indonesia dan mengimplementasikan QR Indonesia Standar (QRIS).

QR Code Indonesia merupakan pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Dengan demikian, Perry mengatakan, BI terus memperluas penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran secara digital. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan bank sentral terhadap transisi model bisnis pelaku usaha, khususnya segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Merchant UMKM

BI pun menargetkan 12 juta merchant UMKM nasional tersambung QRIS. BI akan menyambungkan layanan payment dengan digital banking dan payment fintech lewat standardisasi bersama yang disebut open API (app programming interface).

“Kami keluarkan standar nasional yang sudah ada kesepakatan dengan industri, sehingga siapa pun masyarakat bisa pilih lewat bank ini, atau payment itu, semuanya sudah terkoneksi,”pungkas Perry.

Bahkan, untuk tahun ini, Bank Indonesia akan meluncurkan BI Fast Payment System untuk pembayaran ritel. Nantinya, ini menggantikan Sistem Kliring Basional BI (SKNBI).

“BI Fast Payment yang akan diluncurkan 24 Juli, real time,  sebagian jalan tol untuk ritel payment bersama dengan RTGS real time,” ungkapnya.

Adapun, BI Fast Payment merupakan modernisasi dari SKNBI dan sejalan dengan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia tahun 2025 yang dirancang oleh bank sentral.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN